EkonomiNusantara

BTN Siapkan Pembiayaan Skema KPP Dukung Sektor Informal

BTN Siapkan Pembiayaan Skema KPP Dukung Sektor Informal
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Pengembang Perumahan (KPP) untuk mendukung sektor informal, selain skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Skema KPP ditujukan untuk mendorong pengembang, khususnya developer kecil dan startup developer di daerah, agar lebih siap dalam menyiapkan lahan dan proyek perumahan.

Hingga kini, BTN telah bekerja sama dengan lebih dari 10.000 mitra developer di seluruh Indonesia untuk dapat mengejar target 210 ribu unit rumah subsidi, termasuk penyediaan rumah sektor informal.

“Lebih dari 10 ribu mitra kita di seluruh Indonesia, kita siapin untuk mereka mulai dari mempersiapkan lahan, mempersiapkan proyek, supaya target 210 ribu berjalan. Karena kami melihat segmen pekerja informal sebagai potensi pasar baru bagi rumah subsidi,” kata Direktur Consumer and Commercial Landing BTN Hirwandi Gafar di sela-sela BTN Expo di Jakarta, Sabtu (31/12026).

Melalui KPP dan penyempurnaan mekanisme pembiayaan, lanjutnya, BTN berupaya memperluas akses KPR subsidi bagi kelompok informal yang sebelumnya relatif sulit menjangkau pembiayaan perumahan.

“Dengan KPP, demand ini justru untuk para pekerja informal kita dorong untuk bisa mereka affordable juga mendapatkan KPR subsidi. Dan juga untuk mendukung usaha mereka juga,” tuturnya.

BTN memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan rumah subsidi di 2026 bisa di atas 10%, dengan target penyaluran sekitar 210.000 unit, mencakup 140.000 unit konvensional dan 73.000 unit syariah.

Selain itu, BTN juga mempermudah proses KPR menjadi 3 hari dan memperluas akses bagi pekerja informal, memperkuat perannya dalam sektor pembiayaan hunian.

Pada rangkaian penutupan BTN Expo 2026, tercipta Awarding BTN Housingpreneur 2025 berupa Lahirnya Inovator Muda Ekosistem Perumahan.

“Ajang ini menegaskan komitmen BTN sebagai penggerak ekosistem perumahan nasional melalui inovasi, penguatan UMKM, pengembangan talenta, serta dukungan terhadap penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.

Sambil menemani Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah berkeliling stand, Nixon menambahkan, di situasi saat ini semua paham bahwa perlu ada pengungkit pertumbuhan sektor perumahan dan ekosistem perumahan.

BTN Expo 2026 menjadi momen penutup rangkaian BTN Housingpreneur dan bukan sekadar pameran properti. Lebih dari itu, BTN Expo menjadi platform ekosistem yang menyatukan akses peluang usaha, pengembangan karier, hingga solusi finansial bagi masyarakat.

Hasil BTN Housingpreneur 2025 dinilai sangat menggembirakan. Program ini mencatat 1.170 submission dan melahirkan 58 inovator baru yang kreatif, visioner, dan solutif. Mayoritas peserta merupakan startup anak muda dengan ide-ide segar, terutama terkait pemanfaatan teknologi di sektor perumahan.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, pemerintah mengapresiasi BTN yang telah menggelar BTN Housingpreneur 2025 sebagai wujud komitmen pengembangan ekosistem perumahan nasional dengan menjaring inovasi dari akar rumput.

“Ajang ini memberikan fasilitas pengembangan kemampuan dan kapasitas anak-anak muda Indonesia untuk memecahkan masalah sektor perumahan, yakni masih mismatch-nya supply dan demand untuk hunian yang layak,” tutur Fahri. (Id88)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE