Aktivitas produksi batik masyarakat Desa Sejahtera Astra Singkawang yang hingga saat ini telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik yang tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif. Waspada.id/Ist
SINGKAWANG (Waspada.id): Di sebuah sudut Kota Singkawang, Kalimantan Barat, bunyi canting yang menyentuh kain menjadi penanda denyut kehidupan baru bagi masyarakat.
Aktivitas membatik yang dahulu dilakukan secara terbatas, kini berkembang menjadi sumber penghidupan yang kian menjanjikan berkat pendampingan Desa Sejahtera Astra.
Sejak 2021, Astra hadir mendampingi masyarakat Singkawang untuk menata kembali aktivitas membatik agar tidak hanya menjadi keterampilan turun-temurun, tetapi juga usaha bersama yang berkelanjutan.
Pendampingan ini dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, pembentukan kelompok produksi, hingga pembangunan sistem kerja yang lebih terstruktur dan mandiri.

Penggerak Desa Sejahtera Astra Singkawang Priska Yeniriatno yang meninggalkan karier untuk membangun rumah batik. Waspada.id/Ist
Bagi warga, batik bukan sekadar kain bermotif. Batik menjadi harapan untuk hidup yang lebih baik. Produksi yang semakin konsisten membuat roda ekonomi desa berputar lebih stabil, sekaligus membuka ruang belajar dan berbagi antarwarga.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci utama dalam pendampingan tersebut.
“Pendampingan yang dilakukan oleh Astra melalui Desa Sejahtera Astra bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat serta membangun sistem kerja dan produksi yang dikelola secara bersama. Dengan demikian, aktivitas ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sosok penting di balik geliat batik Singkawang adalah Priska Yeniriatno, Penggerak Desa Sejahtera Astra. Berangkat dari pengalaman merintis usaha membatik secara mandiri, Priska meyakini bahwa keterampilan akan bernilai lebih ketika dikerjakan bersama.
Ia mendorong agar ilmu membatik tidak berhenti pada satu orang, melainkan diwariskan, dipelajari ulang, dan dikembangkan oleh banyak tangan.
Perlahan, upaya tersebut membuahkan hasil. Hingga kini, aktivitas membatik di Desa Sejahtera Astra Singkawang tercatat meningkatkan kapasitas produksi masyarakat hingga 50 persen. Lebih dari itu, batik membuka peluang penghidupan yang lebih berkelanjutan bagi warga.
“Yang paling saya rasakan adalah konsistensi warga untuk terus membatik. Sekarang, beberapa di antaranya sudah membuka workshop sendiri dan menerima kunjungan dari luar untuk berbagi pengetahuan. Menurut saya, inilah dampak yang paling luar biasa,” tutur Priska.
Saat ini, lebih dari 240 pelaku batik tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif. Sejumlah workshop mandiri tumbuh, disertai kegiatan edukasi membatik yang melibatkan masyarakat sekitar, termasuk generasi muda.
Kisah perjalanan Priska Yeniriatno dalam menggerakkan perubahan di Desa Sejahtera Astra Singkawang dapat disaksikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia.
Melalui Desa Sejahtera Astra, Astra terus menegaskan komitmennya mendukung penguatan masyarakat berbasis potensi lokal, sejalan dengan cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa serta kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. (id23)













