Nusantara

Diklat PPIH 20 Hari Rampung, Menteri Haji Tekankan Disiplin dan Kesiapan Fisik Petugas

Diklat PPIH 20 Hari Rampung, Menteri Haji Tekankan Disiplin dan Kesiapan Fisik Petugas
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyatakan pelaksanaan 20 hari pertama pendidikan dan pelatihan calon petugas haji Indonesia telah rampung. Namun, proses pembekalan belum selesai dan akan dilanjutkan dengan pelatihan daring selama 10 hari ke depan.
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id):Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyatakan pelaksanaan 20 hari pertama pendidikan dan pelatihan calon petugas haji Indonesia telah rampung. Namun, proses pembekalan belum selesai dan akan dilanjutkan dengan pelatihan daring selama 10 hari ke depan.

Hal tersebut disampaikan Irfan Yusuf usai penutupan diklat calon Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), yang turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

“Alhamdulillah hari ini kita menyelesaikan 20 hari pertama diklat. Tapi ini bukan berarti selesai. Masih ada 10 hari lagi pembekalan secara online, termasuk bahasa Arab dan pengenalan budaya Arab,” kata Irfan Yusuf.

Ia menjelaskan, pemahaman bahasa dan budaya Arab menjadi bekal penting agar petugas tidak canggung saat bertugas di Arab Saudi dan mampu berinteraksi dengan baik di lapangan.

Menurut Irfan Yusuf, terdapat empat fokus utama dalam pembekalan PPIH tahun ini. Pertama adalah disiplin, kedua kesiapan fisik, ketiga pengenalan tugas sejak awal, dan keempat penguatan kebersamaan atau bonding antarpeserta.

“Kegiatan haji memerlukan fisik yang kuat. Jamaah perlu fisik, apalagi petugas. Selain itu, sejak di sini petugas sudah tahu penempatannya, tugasnya apa, dan dengan siapa dia bekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan bonding dilakukan karena petugas berasal dari berbagai daerah dan institusi di seluruh Indonesia. Dengan proses ini, diharapkan kerja sama tim sudah terbentuk sebelum bertugas di Tanah Suci.

Terkait evaluasi, Irfan Yusuf menyebut laporan lengkap dari panitia masih ditunggu dan akan menjadi bahan perbaikan ke depan.

“Evaluasi pasti ada. Ini baru pertama kali dilakukan, insyaallah tahun depan bisa lebih bagus lagi,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan terkait adanya petugas yang tumbang saat pelatihan, Irfan Yusuf menegaskan pentingnya kesiapan fisik jangka panjang. Setelah diklat ini, kondisi fisik peserta tetap akan dipantau oleh pelatih masing-masing hingga menjelang keberangkatan.

“Latihan fisik dipantau terus. Berapa kilo lari, berapa kilo jalan, itu dipantau setiap hari sampai pelaksanaan haji nanti,” katanya.
Ia juga memastikan pembagian tugas petugas haji sudah dilakukan sejak sekarang. Penempatan meliputi petugas bandara, sektor Makkah, Armuzna, katering, konsumsi, bus shalawat, hingga sektor lainnya.

“Sudah dibagi sekarang dan mereka insyaallah sudah tahu tugasnya masing-masing,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah petugas haji Indonesia yang telah dikukuhkan mencapai sekitar 3.700 orang. Rinciannya, sekitar 1.600 petugas hasil diklat terpusat, serta sekitar 2.100 petugas daerah yang melekat di embarkasi dan kloter.

Selain itu, terdapat tambahan petugas di Arab Saudi, termasuk Tenaga Musiman (TEMUS), mukimin, dan mahasiswa dengan jumlah sekitar 1.500 orang.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengapresiasi pelaksanaan diklat PPIH yang dinilainya sebagai yang terbaik selama ia mengikuti proses pembekalan petugas haji.

“Ini yang belum pernah terlaksana. Modelnya bagus, melatih kedisiplinan dan kebersamaan. Mudah-mudahan sampai pelaksanaan nanti bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya,” kata Abdul Wachid.

Ia juga berpesan agar para petugas menjaga nama baik jamaah haji Indonesia yang selama ini dikenal ramah dan tertib, sekaligus menjaga kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di mata dunia.(id11)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE