JAKARTA (Waspada.id): Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto sepakat memperkuat arah pembangunan desa berbasis keberlanjutan melalui konsep Green Village. Konsep ini menempatkan desa sebagai pusat penguatan ekonomi sekaligus penjaga ekosistem dan ketahanan lingkungan di tingkat lokal.
Sultan menegaskan, DPD RI tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan aktif mengawal dan memastikan program Presiden yang dijalankan kementerian dapat berjalan efektif hingga menjangkau desa-desa.
“Saya pikir kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci percepatan pembangunan, terutama dalam menghadapi tantangan ekologis dan perubahan iklim. Olleh karena itu, kami berharap Kementerian Desa bisa berkolaborasi dengan DPD untuk membangun desa,” ujarnya usai pertemuan dengan Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Jumat (23/1/2026) di Gedung DPD RI, Jakarta.
DPD RI memiliki kekuatan jaringan politik dan representasi daerah yang luas, dengan 152 anggota mewakili seluruh provinsi. Potensi tersebut dinilai strategis untuk mendukung Kementerian Desa yang membina lebih dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia.
Inisiatif Green Village, lanjut Sultan, sejalan dengan gagasan Green Democracy yang ia inisiasi, serta diharapkan dapat disempurnakan melalui pengembangan konsep Green Parliament yang telah dijalankan DPD RI.
“Jadi ada potensi ekonomi tingkat desa yang akan kita kapitalisasi, akan create sedemikian rupa, bahkan akan go global, tapi di sisi lain, kita juga harus berkontribusi dengan basis desa untuk memastikan ekosistem dan ekologi lingkungan terjaga dengan baik,” tukasnya.
Konsep Green Village, juga dapat memperkuat sinergi nyata antara DPD RI dan Kementerian Desa dalam mendorong pembangunan desa yang hijau, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga ekosistem lingkungan.
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menyampaikan apresiasi atas komunikasi dan kolaborasi yang dibangun Ketua DPD RI. Ia menilai konsep Green Village sangat relevan untuk mewujudkan desa yang subur, mandiri, dan berdaya saing, termasuk sebagai desa wisata dan desa ekspor.
Dirinya pun berkomitmen untuk membangun desa bersama DPD RI melalui konsep Green Village. Menurutnya, DPD RI sebagai mitra strategis Kementerian Desa dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Sebagai wujud dukungan lintas komite di DPD RI terhadap penguatan kolaborasi pembangunan desa, pada pertemuan tersebut hadir Ketua Komite II DPD RI Badikenita Br. Sitepu, Ketua Komite III Filep Wamafma, dan Ketua Komite IV Ahmad Nawardi. (id10/rel)










