EVP 2024 Penting Untuk Transparansi Dan Akuntabilitas Proses Demokrasi Indonesia

  • Bagikan
EVP 2024 Penting Untuk Transparansi Dan Akuntabilitas Proses Demokrasi Indonesia
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana. (ist)

JAKARTA (Waspada): Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menegaskan program pemantauan pemilu atau Election Visit Program (EVP) 2024 yang dilaksanakan di Bali, penting untuk memperlihatkan pada dunia mengenai transparansi dan akuntabilitas proses demokrasi di Indonesia.

“Kegiatan kali ini tentu menjadi sangat penting dan menarik Karena kita ingin menunjukkan kepada dunia mengenai transparansi dan akuntabilitas daripada demokrasi kita,” kata Putu usai menyampaikan sambutannya, sekaligus membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait sistem dan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, di Bali, Selasa (13/2/2024).

Selain itu, Putu juga menegaskan bahwa EVP menjadi sangat penting guna menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus mendorong agenda global, salah satunya sustainable development goals yang bertujuan mengembangkan pembangunan berkelanjutan dalam hal demokrasi.

FGD ini, di isi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2012-2017, Hadar Gumay, Ketua KPU 2017-2022 Arief Budiman, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) 2022-2027, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Perwakilan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini dan juga para penyelenggara pemilu di Provinsi Bali.

Nantinya, setelah mengikuti serangkaian FGD, esok harinya pada Rabu, tanggal 14 Februari, para observer yang terdiri dari berbagai delegasi parlemen negara sahabat dan tiga organisasi parlemen dunia akan ikut meninjau langsung proses pemungutan dan penghitungan suara di tiga lokasi di Provinsi Bali, yaitu di Desa Panglipuran, di kawasan Jimbaran dan di kawasan Garuda Wisnu Kencana.

EVP merupakan hasil kesepakatan AIPA Parlemen ASEAN bahwa setiap negara yang sedang melaksanakan Pemilu agar mengundang anggota AIPA Parlemen ASEAN untuk menjadi observer Pemilu.

“Kita juga sering menghadiri event-event observer, kegiatan pemilu di berbagai negara. Contohnya di Uzbekistan, kita pernah hadir di Kamboja, tentu komitmen-komitmen itu juga kita lanjutkan. Dan akhirnya Indonesia bisa menjadi tuan rumah pada Pemilu 2024 ini,” ujar Wakil Ketua BKSAP DPR RI yang juga anggota Komisi VI DPR RI ini,Putu Supadma Rudana. (rel/J05)

  • Bagikan