JAKARTA (Waspada.id): Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia (PB MPI), Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa dalam situasi bencana tidak ada ruang untuk saling menyalahkan. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah gotong royong dan kebersamaan agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil dalam kegiatan doa bersama lintas elemen bangsa yang digelar di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026) malam. Kegiatan digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang terdampak bencana.
Dahnil mengatakan, doa bersama merupakan bagian dari respons kemanusiaan yang tidak terpisahkan dari upaya penanganan bencana. Selain bantuan fisik dan logistik, dukungan spiritual dinilai penting untuk menguatkan mental dan harapan para korban.
“Doa dan shalawat yang kita panjatkan adalah wujud empati dan simpati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat persatuan harus dikedepankan ketika bangsa menghadapi bencana. Perbedaan pandangan dalam demokrasi, kata dia, tidak boleh menghambat kerja-kerja kemanusiaan yang membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa.
Dahnil juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga persatuan nasional. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat dan mengedepankan kebersamaan sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis dan bencana di berbagai daerah.
Sementara itu, Anggota Pembina PB MPI Mohammad Jusuf Hamka atau Baba Alun menyatakan Matahari Pagi Indonesia telah turun langsung membantu korban bencana di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera. Bantuan yang disalurkan meliputi dukungan pangan, logistik, serta pendampingan sosial bagi masyarakat terdampak.
“Dalam kondisi bencana, yang paling dibutuhkan adalah kehadiran dan kepedulian. MPI berkomitmen untuk terus terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan,” ujar Jusuf Hamka.
Selain tanggap darurat, MPI juga menjalankan program Makan Bahagia Gratis sebagai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah, khususnya bagi sekolah-sekolah yang belum terjangkau, termasuk di wilayah terdampak bencana. Program tersebut melibatkan UMKM dan kantin sekolah setempat sebagai bagian dari pemulihan sosial-ekonomi masyarakat.
Jusuf Hamka mengajak masyarakat untuk mengedepankan kesetiakawanan sosial serta mendukung upaya pemerintah melalui TNI, BNPB, dan unsur terkait lainnya dalam penanganan bencana.
“Matahari Pagi Indonesia akan terus melanjutkan aksi kemanusiaan di daerah-daerah yang membutuhkan,” pungkasnya.(id11)

















