JAKARTA (Waspada.id): Plt. Ketua Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro 1957 Sumatera Utara, Lamhot Sinaga, mewanti-wanti agar pelaksanaan Musyawarah Daerah(Musda) ke-IV Kosgoro 1957 Sumut, berlangsung kondusif tanpa kegaduhan.
Lamhot yang merupakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu, juga menekankan pentingnya menjaga marwah demokrasi yang sehat dengan tetap menempatkan persatuan dan solidaritas di atas rivalitas antar kandidat.
Karena itu, Lamhot mengingatkan bahwa kontestasi merupakan hal lumrah dalam sebuah organisasi besar. Namun, ia berharap dinamika yang muncul tidak mengoyak solidaritas kader yang selama ini telah terbangun di wilayah Sumut
“Banyaknya kandidat yang muncul adalah bukti bahwa regenerasi kepemimpinan di Kosgoro Sumut berjalan dinamis,” ujar Lamhot dalam keterangan tertulisnya, yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2) .
Menurut dia fenomena ini menunjukkan melimpahnya stok kader potensial yang siap mengabdi.
Politisi Golkar yang dikenal sebagai sosok teknokrat dari daerah pemilihan Sumatera Utara II itu menyebutkan, meski persaingan diprediksi bakal ketat, Lamhot meminta seluruh peserta Musda untuk tidak terjebak dalam politik praktis dan politik identitas atau faksionalisme yang tajam.
Ia menghendaki proses transisi kepemimpinan yang elegan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Karena yang paling krusial bukan siapa yang menang, melainkan bagaimana Musda ini berjalan lancar dan kondusif. Kepentingan organisasi harus berada di atas ambisi pribadi atau kelompok,” tuturnya.
Lamhot juga menegaskan bahwa Musda bukan sekadar ajang perebutan kursi ketua. Forum tertinggi di tingkat daerah ini merupakan momentum strategis untuk merumuskan arah perjuangan Kosgoro 1957 dalam menghadapi tantangan sosial-politik termasuk pengabdian untuk berkarya di Sumut.
Dalam penjelasannya kepada awak media, Lamhot didampingi oleh sejumlah pengurus PDK Kosgoro 1957 dan panitia Musda ke IV.
Kehadiran jajaran teras PDK Kosgoro 1957 Sumut ini seolah ingin mengirimkan pesan kuat mengenai kesiapan panitia yang kompak dan solid untuk menyelenggarakan perhelatan Musda tersebut.
Mereka memastikan seluruh mekanisme organisasi akan dijalankan secara transparan.
Lamhot juga mengajak para kandidat untuk berkompetisi secara beretika.
Ia mendorong lahirnya adu gagasan dan program kerja ketimbang sekadar mobilisasi massa yang berisiko menciptakan polarisasi di akar rumput.
“Siapa pun yang terpilih nanti adalah mandat kolektif. Semua pihak harus memiliki kebesaran hati untuk menerima hasil keputusan dan kembali merapatkan barisan demi kemajuan Kosgoro,” katanya menambahkan.
Musda ke-IV ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Arya Duta, Medan, pada 12 – 13 Februari 2026.
Output utama yang diharapkan dari pertemuan ini adalah lahirnya kepemimpinan baru yang mampu bersinergi dengan Kepengurusan Partai Golkar Sumut yang juga baru melahirkan kepemimpinan baru yaitu dengan terpilihnya Andar Harahap sebagai Ketua untuk menahkodai Partai Golkar Sumut periode 2026 – 2031.
Karena itu, Lamhot menegaskan bahwa Kosgoro tetap menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas politik brrsama Partai Golkar dengan tujuan untuk mengakselerasi pembangunan daerah.
“Musda ini harus menjadi preseden baik bagi kedewasaan berorganisasi di Sumatera Utara. Mari kita sukseskan hajatan demokrasi ini dengan penuh martabat,” pungkasnya. (Id10)











