JK: Jangan Ada Netanyahu Di Indonesia, Tak Mau Dengar Rakyat

  • Bagikan
JK: Jangan Ada Netanyahu Di Indonesia, Tak Mau Dengar Rakyat
Lat

JAKARTA (Waspada): Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Muhammad Jusuf Kalla mewanti-wanti agar tak ada model pemimpin di Indonesia yang menyerupai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

JK menyebut Netanyahu sebagai pemimpin paling kejam di dunia saat ini. Dia, kata JK, tak mau mendengar peringatan warga dunia untuk menghentikan agresi militer Israel ke Palestina.

“Ada pemimpin yang sekarang paling kejam di dunia ini, Netanyahu. Yang tidak pernah mau mendengar nasihat orang. Seluruh dunia sudah mengatakan, hentikan-hentikan. Tapi tidak peduli,” ucap JK di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).

“Jadi, janganlah ada Netanyahu di Indonesia. Tidak mau dengar lagi rakyat. Tidak mau dengar dunia. Mohon jangan terjadi,” imbuhnya.

JK menjelaskan ada berbagai macam model dan gaya kepemimpinan negara-negara di dunia. Dia misalnya menyebut Presiden pertama RI, Sukarno sebagai orator ulung yang bisa memerdekakan Indonesia.

Ada pula gaya kepemimpinan emosional dan kerap meletup-letup seperti eks Presiden AS, Donald Trump. Di Singapura ada Lee Kuan Yew yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya dan ada Mahatir Mohamad di Malaysia. 

Pada kesempatan itu, JK juga meminta negara tak menggunakan aparat baik TNI dan Polri sebagai instrumen pemenangan pemilu. Menurut JK, para prajurit tersebut hanya akan menjadi korban para elite.

JK memastikan para elite tersebut hanya akan cuci tangan jika para aparat dan prajurit di bawah menjadi korban. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan kekuasaan tak ada yang abadi.

“Para atasan yang hebat-hebat. Sudah jaya, nanti pasti cuci tangan. Yang korban kapolsek, babinsa, kapolres. Tolonglah, tak usahlah kasih susah rakyat. Berilah kesempatan,” katanya.(cnni)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *