Nusantara

Migas Tetap Menjadi Pilar Ketahanan Energi Nasional di Tengah Transisi Energi

Migas Tetap Menjadi Pilar Ketahanan Energi Nasional di Tengah Transisi Energi
DIREKTUR Keuangan PHE, Bayu Kusuma Dewanto, saat berbicara dalam acara Pembekalan Calon Wisudawan Program Pascasarjana UGM. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

YOGYAKARTA (Waspada.id): PT Pertamina Hulu Energi(PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan bahwa komoditas minyak dan gas (migas) masih menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional seiring meningkatnya kebutuhan energi domestik dan proses transisi menuju energi rendah karbon.

Demikian Direktur Keuangan PHE, Bayu Kusuma Dewanto, saat berbicara dalam acara Pembekalan Calon Wisudawan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2026/2027 di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (20/1).

“Di tengah transisi energi, sektor migas tetap berperan sebagai penopang utama ketahanan energi nasional. Arus kas dari bisnis migas memungkinkan Pertamina menjaga keberlanjutan investasi, termasuk untuk eksplorasi, peningkatan produksi, dan pengembangan bisnis rendah karbon,” ujar Bayu dalam keynote speech bertajuk ‘Staying Relevant: Navigating Change in a Dynamic World’.

Di sektor hulu, PHE menghadapi tantangan penurunan alamiah (natural decline) produksi migas. Untuk menjaga tingkat produksi nasional, PHE menjalankan berbagai program strategis, antara lain drilling, workover, well intervention & well service (WIWS), serta penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Improved Oil Recovery (IOR). Upaya ini dilakukan guna memastikan pasokan migas domestik tetap terjaga.

Selain mempertahankan produksi eksisting, PHE terus mendorong eksplorasi migas untuk memperkuat cadangan energi nasional. “Indonesia masih memiliki potensi besar cekungan migas yang belum tereksplorasi, sehingga membuka peluang investasi dan kolaborasi strategis guna mendukung keberlanjutan pasokan energi jangka panjang,” kata Bayu.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip ESG (environmental, social, and governance), PHE menjalankan agenda transisi energi secara bertahap dan terukur. Salah satunya melalui pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture, Storage, and Utilization (CCS/CCUS) sebagai solusi dekarbonisasi industri migas. PHE saat ini mengelola potensi kapasitas penyimpanan karbon sebesar 7,3 Giga Ton di 11 lokasi prioritas, yang diharapkan dapat memperpanjang usia lapangan migas sekaligus menurunkan emisi karbon.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.(***)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE