PDI Perjuangan Berduka Atas Wafatnya Prof Hamka Haq

  • Bagikan
PDI Perjuangan Berduka Atas Wafatnya Prof Hamka Haq
Ketua DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. Hamka Haq saat memberikan sambutan dalam Haul Bung Karno di Masjid At-Taufiq. (Ist)

JAKARTA (Waspada): Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri beserta seluruh keluarga besar partai berlambang banteng moncong putih merasakan duka cita yang mendalam atas wafatnya Prof. Dr. Hamka Haq.

Hamka Haq meninggal dunia pukul 10.46 WIB, Kamis (7/12/2023) saat dirawat di RS Siloam MRCCC, Semanggi, Jakarta. Beliau meninggal dunia di usia 71 tahun setelah dirawat selama beberapa waktu.

“Kabar wafatnya Prof.Hamka Haq membuat kami sangat sediih, berduka, dan begitu Ibu Megawati mendengar kabar itu, langsung mengajak semua berhenti sejenak dan mendoakan agar Almarhum diampuni segala dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12/2023).

Hasto mengungkapkan bahwa Prof. Hamka Haq adalah seorang pejuang bangsa dan negara serta pejuang partai yang selalu teguh dalam menjaga, mengawal, serta melestarikan nilai-nilai berketuhanan yang berkebudayaan, ketuhanan yang berbudi pekerti luhur sesuai Pancasila.

Prof.Hamka adalah salah satu tokoh yang merancang berdirinya Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Maret 2007, sebagai ormas sayap Islam untuk PDI Perjuangan.

“Prof.Hamka Haq adalah sosok yang selalu mendalami dan mewartakan api perjuangan keislaman Proklamator RI, Ir.Soekarno, sebagai sosok pemimpin yang nasionalis sekaligus relijius,” kenang Hasto.

Sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME, Prof. Hamka Haq selalu memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, persamaan hak, dan pluralisme dalam setiap lini kehidupan.

“Beliau adalah sosok pemikir Islam yang sejak awal berani mendukung pemikiran bahwa pemimpin perempuan itu halal, dan pemimpin dari non-Muslim itu dibolehkan,” terang Hasto.

Hasto menjelaskan, sosok Prof.Hamka adalah seorang pejuang demokrasi. Saat masih aktif di kampus di Makassar, Sulawesi Selatan, Prof. Hamka yang berani di garda terdepan mendampingi gerakan mahasiswa tahun 1998 yang berdemo untuk menuntut mundurnya Presiden Soeharto.

“Prof. Hamka sosok intelektual yang mampu memadukan gagasan Bung Karno dengan Islam. Beliau sosok yang rendah hati. Buku-bukunya banyak menginspirasi. Kami sungguh bersedih dan sangat kehilangan. Partai memberikan penghormatan terbaik pada almarhum melalui protokol Partai,” ucapnya.

“Semoga Allah SWT memberikan almarhum husnul khotimah. Kita semua tentu saja mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan keikhlasan atas wafatnya almarhum,” imbuh Hasto. (irw)

  • Bagikan