PDI Perjuangan Dukung PPP Gugat Hasil Pileg

  • Bagikan
PDI Perjuangan Dukung PPP Gugat Hasil Pileg
Dari kiri ke kanan (Anggota Mahkamah Partai PPP Abdullah Mansyur, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal Partai Hanura Benny Ramdhani dan Sekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq menggelar konferensi pers terkait hasil Pemilu 2024. (Waspada/Irwansyah).

JAKARTA (Waspada): Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berdasarkan rekapitulasi perolehan suara hanya meraih 3,87 persen suara sah nasional. Hasil tersebut membuat partai berlambang Ka’bah itu gagal lolos ke Senayan lantaran tidak memenuhi ambang batas perolehan suara parlemen 4 persen.

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sebagai mitra koalisi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendukung PPP untuk menggugat hasil perolehan suara tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan, partai berlambang banteng siap memberikan data-data ke PPP untuk dilampirkan kepada MK.

“Kami akan memberikan bantuan, tidak hanya spirit, tapi juga data-data yang diperlukan PPP karena C1 dari kami kan cukup lengkap supaya keadilan ditegakkan,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers bersama sekjen partai politik pendukung Ganjar-Mahfud di Media Center Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2023).

Hasto menduga ada upaya untuk menggagalkan PPP melenggang ke Senayan. Menurutnya, terdapat ambisi kekuasaan yang ingin mencoreng sejarah PPP sebagai partai politik yang selalu duduk di DPR RI.

“Jangan sampai karena operasi politik yang dilakukan membuat partai yang juga tetangga kami, yang memiliki jejak sejarah perjuangan yang panjang dihilangkan sejarahnya karena ambisi kekuasaan. Terlebih, PPP mencalonkan Ganjar-Mahfud,” imbuhnya.

“Jangan sampai partai Ka’bah ini dihilangkan sejarahnya karena mendukung Ganjar-Mahfud. Ini sudah kebangetan,” tandas Hasto.

Sementara, Anggota Mahkamah Partai DPP PPP Abdullah Mansyur mengatakan partainya sedang mempersiapkan gugatan hasil pemilu ke MK.

“Kenapa kami melakukan itu karena hasil dari yang diumumkan tadi malam PPP di angka 3,87 itu mengagetkan bagi kami karena hasil data yang ada di internal kami melampaui angka 4 persen bahkan 4,04,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Mansyur menegaskan dalam konteks Pileg, PPP belum bisa menerima hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Ia menegaskan gugatakan ke MK adalah jalan konstitusional yang akan dilalui PPP.

“Perlu ditegaskan konteks Pileg PPP belum bisa menerima hasil pengumuman KPU tadi malam dan kami akan mengambil hak konstitusional untuk melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” pungkasnya. (irw).

  • Bagikan