EkonomiNusantara

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Dan Nonsubsidi Tidak Naik

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Dan Nonsubsidi Tidak Naik
Mensesneg Prasetyo Hadi ( ist) ,
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Melalui keterangan resminya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, tidak mengalami kenaikan.

Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan masyarakat dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” katanya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3/2026),

Pemerintah juga memastikan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia, sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga BBM.

“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat. Kami juga berharap masyarakat tidak perlu panik atau resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Harga juga tidak mengalami penyesuaian,” ujarnya.

Pemerintah berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus meredam kekhawatiran terkait isu kenaikan harga BBM yang sempat berkembang.

Peringatan IMF

Sementara itu, International Monetery Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia, apabila terus terjadi hambatan pasokan minyak, gas, dan pupuk dari kawasan Teluk.

Dalam pernyataannya, lembaga berbasis di Washington tersebut menegaskan bahwa seluruh negara di berbagai benua akan terdampak. Hal ini disebabkan kenaikan biaya energi dan pangan yang dinilainya dapat menekan pertumbuhan ekonomi tahun ini serta meninggalkan dampak jangka panjang bagi perekonomian global, dilansir dari The Guardian, Selasa (31/3/2026),

Peringatan IMF ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika tidak tercapai kesepakatan damai. Analisis IMF tersebut dinilai sebagai sinyal peringatan atas dampak perang terhadap kondisi ekonomi rumah tangga yang sudah tertekan.

Dalam tulisan blog yang disusun oleh pimpinan departemen IMF, termasuk Kepala Ekonom Pierre-Olivier Gourinchas, disebutkan bahwa pemerintah dengan tingkat utang tinggi akan memiliki ruang fiskal terbatas untuk meredam dampak krisis. (Id88)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE