InternasionalNusantara

Pemuda Masjid Dunia Kecam Serangan AS-Israel ke Teheran yang Tewaskan Ali Khamenei

Pemuda Masjid Dunia Kecam Serangan AS-Israel ke Teheran yang Tewaskan Ali Khamenei
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H Said Aldi Al Idrus SE,MM mengecam keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (28/2/2026).

Said Aldi menjelaskan, serangan tersebut tidak hanya menyasar simbol kepemimpinan sebuah negara berdaulat, tetapi juga menjadi preseden buruk berbahaya dalam tata hubungan internasional.

“Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia. Bahkan secara khusus karena dilakukan di Bulan yang disucikan Umat Islam yakni Bulan Ramadlan. Tak hanya itu, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu juga telah melakukan penistaan kemanusiaan ke Negara Islam, menerobos keAsasian Wilayah dan otoritas negara lain, bahkan mencederai rasa keagamaan Umat Islam se dunia,” terangnya.

Said Aldi juga menilai, pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara melalui serangan militer terbuka berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan menyeret kekuatan global ke pusaran perang terbuka.

Serangan Dinilai Langgar Prinsip Kedaulatan

Usai Bertemu Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia tadi malam, Said Aldi juga menegaskan pandangan Ketum Bahlil Lahadalia bahwa setiap negara memiliki kedaulatan yang harus dihormati.

Ia menyebut tindakan militer sepihak sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa.

“Apapun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer,” tegas Said Aldi yang juga Ketua Umum PP AMPG.

Lebih lanjut Said Aldi menyoroti dampak kemanusiaan yang ditimbulkan apalagi serangan yang dilakukan Amerika dan Israel bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan 1447 H. Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, serangan tersebut tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah strategis di Iran, termasuk kawasan Teheran. Korban sipil dilaporkan berjatuhan dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

“Ketika bom dijatuhkan, yang paling menderita adalah rakyat sipil. Anak-anak, perempuan, orang tua yang tidak tahu-menahu soal geopolitik menjadi korban. Ini tragedi kemanusiaan,” cetusnya.

Serukan Peran Aktif Indonesia

Said Aldi yang didampingi Sekjend Bustomi Mokhtar, Wakil Presiden Alwi Ahmad al Muhdar, Sedek Bahta, Bendum Ali Kamal Smith juga meminta agar jalur diplomasi diintensifkan, termasuk melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna mencegah konflik meluas.

“Jika konflik ini terus bereskalasi, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global—termasuk pada stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional,” terangnya.

Ia berharap tragedi ini menjadi momentum refleksi global untuk menata ulang arsitektur keamanan internasional agar lebih adil dan berorientasi pada perlindungan manusia, bukan kepentingan geopolitik semata. (id29)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE