GRESIK (Waspada.id): Kapal Offshore Supply Ship atau Kapal Suplai Lepas Pantai CB. Cast Marine 3 milik Pertamina PHE WMO berhasil menyelamatkan enam anak buah kapal (ABK) Kapal Layar Motor Sejarah Tirta Abadi di perairan Gresik, Minggu (1/2).
Lambung KLM Sejarah Tirta Abadi bocor di sekitar Poleng Marine Terminal NW Platform PHE 23. Dalam situasi kritis itu, awak kapal masih sempat mengirimkan panggilan darurat via VHF Channel 16 sekira pukul 09:15 kepada Radio Operator di FSO Abherka, fasilitas migas PHE WMO.
“Dilaporkan bahwa kapal tenggelam sebagian dan awak meminta bantuan evakuasi,” ungkap Nofrie Nianta Charitapermana, Manager WMO Field dalam keterangan tertulis yang diterima waspada.id, Selasa (3/2).
FSO Abherka berkoordinasi dengan FSO Superintendent, kapal CB Cast Marine 3, tim keamanan, dan personel TNI. “Situasi ini membutuhkan penanganan cepat agar keselamatan awak kapal tetap terjamin, sekaligus kami memastikan tidak ada potensi gangguan terhadap fasilitas strategis di sekitar lokasi,” kata Charitapermana.
On Scene Commander (OSC) dan Tim Emergency Response Team (ERT) di Gresik mengarahkan seluruh unsur terkait untuk segera menyelamatkan awak kapal KLM Sejarah Tirta Abadi.
Tak butuh waktu lama, kapal CB Cast Marine 3 meluncur ke lokasi kejadian bersama personel keamanan dan petugas dari TNI. Proses evakuasi enam ABK berhasil dilakukan sekitar pukul 10.00. “Seluruh awak kapal dipindahkan ke CB Cast Marine 3 dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Sukses melakukan evakuasi, CB Cast Marine 3 bergerak menuju FSO Abherka. Di sana dokter on duty memeriksa kesehatan seluruh ABK KLM Sejarah Tirta Abadi. “Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa keenam awak kapal berada dalam kondisi sehat secara umum dan tidak mengalami cedera serius,” kata Charita.
CB Cast Marine 3 mengantarkan ABK KLM Sejarah Tirta Abadi menuju pelabuhan Gresik pada pukul 11:42 WIB. Di sana petugas Kantor Syahbandar Gresik sudah menanti untuk serah terima, sekaligus mengakhiri proses aksi kemanusiaan yang dilakukan PHE WMO.
“Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas unsur dalam menghadapi situasi darurat di laut,” ungkap General Manager Zona 11, Zulfikar Akbar.
Keberhasilan ini dicapai berkat respons cepat Radio Operator, peran aktif FSO Superintendent, kesiapan armada CB Cast Marine 3, dukungan tim keamanan dan TNI, serta keterlibatan tim medis.
Menurut pantauan terakhir, hingga pukul 12:30, KLM Sejarah Tirta Abadi masih mengapung dan perlahan hanyut ke arah timur. “Posisi kapal telah berada di sisi timur Platform PHE 23 dan dipastikan tidak membahayakan fasilitas operasional di sekitarnya,” kata Zulfikar.(id24)










