Nusantara

Presiden Minta Pencarian Korban Longsor Cisarua Dipercepat

Presiden Minta Pencarian Korban Longsor Cisarua Dipercepat
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Presiden Prabowo Subianto meminta operasi pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, segera dipercepat. Selain itu, warga terdampak harus mendapatkan perhatian dan perlindungan penuh.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya saat meninjau lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1).

“Saya diminta Pak Menteri untuk segera ke lokasi. Arahan Pak Presiden jelas, penanganan pascabencana harus cepat, pencarian korban dipercepat, dan warga terdampak diberikan atensi sepenuhnya,” ujar Bima Arya.

Demi keselamatan tim evakuasi, pencarian korban sementara dihentikan karena kondisi medan yang tidak memungkinkan dan masih rawan longsor susulan. Operasi pencarian dijadwalkan kembali pada pukul 07.00 WIB, Minggu (25/1) hari ini.

Selain fokus pada pencarian korban, pemerintah juga memberikan perhatian pada kondisi warga terdampak. Bima Arya mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Barat yang mengambil inisiatif agar warga tidak harus mengungsi di lokasi bencana.

“Warga terdampak ini ada dua kategori, rumahnya tertimbun dan rumahnya masih ada. Pak Gubernur mengambil langkah cepat dengan memberikan insentif hunian sementara selama dua bulan,” terangnya.

Pemerintah memastikan warga segera mendapatkan hunian sementara tersebut. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus dilakukan untuk menjamin tidak ada warga terdampak yang terabaikan.

“Kami pastikan, jika masih ada warga yang belum mendapatkan hunian sementara, tetap ditangani di lokasi ini,” tambahnya.

Terkait upaya percepatan evakuasi, Bima Arya juga mengungkapkan bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan dan dipusatkan di kawasan Pasir Kuning agar kondisi cuaca lebih kondusif untuk operasi pencarian korban yang masih tertimbun.

Ia menegaskan, seluruh langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden, sembari tetap mewaspadai perkembangan cuaca yang hingga kini masih perlu dicermati secara serius.

“Saat ini, kami dapatkan laporan dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan berpusat di daerah ini agar cuacanya kondusif untuk dilakukan evakuasi bagi warga yang masih belum ditemukan,” ujarnya.

10 Kantong Jenazah

Polda Jawa Barat menyampaikan perkembangan terbaru proses identifikasi korban bencana longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan Pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar hingga saat ini telah menerima 10 kantong jenazah hasil evakuasi tim SAR gabungan.

“Berdasarkan hasil identifikasi tim SAR gabungan Polri, Basarnas, dan unsur terkait, total ada 10 kantong jenazah yang diterima Pos DVI,” ujar Hendra, Sabtu (24/1) di lokasi.

Dari jumlah tersebut, enam jenazah utuh telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi oleh pihak keluarga. Sementara itu, dua kantong lainnya berisi bagian tubuh korban yang masih dalam proses identifikasi.

Hendra menjelaskan, satu bagian tubuh berupa tangan telah berhasil diidentifikasi melalui pembanding sidik jari. Adapun satu bagian tubuh lainnya berupa kaki masih memerlukan pembanding DNA untuk memastikan identitas korban.

“Total terdiri dari delapan jenazah utuh dan dua berupa bagian tubuh,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses identifikasi korban masih terus berlangsung. Tim DVI Polda Jabar saat ini masih melayani pemeriksaan ante mortem dan post mortem guna memastikan identitas seluruh korban.

Sementara itu, proses pencarian dan penggalian korban longsor untuk sementara dihentikan lantaran kondisi cuaca yang belum memungkinkan. Operasi pencarian direncanakan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

“Kami berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan,” tutup Hendra.(cnni)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE