Nusantara

Satu Abad NU Di Mata Parmusi

Satu Abad NU Di Mata Parmusi
Kecil Besar
14px

SUBULUSSALAM (Waspada.id): Satu Abad NU di mata Parmusi menjadi jangkar spiritual peradaban menuju Indonesia Emas.

Kini memasuki gerbang abad kedua, NU berada di era disrupsi, ketika kedaulatan bukan cuma soal wilayah, tetapi juga kedaulatan digital, ekonomi dan pemikiran. Satu abad NU menjadi catatan sejarah, sebuah tonggak emas perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Melalui rilisnya, Minggu (1/2) kepada Waspada.id, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Ketum PP Parmusi), Dr. Drs. Ali Amran Tanjung, SH, M.Hum mengatakan, seabad lalu, tepatnya 16 Rajab 1344 Hijriah, para ulama besar di bawah pimpinan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari telah menyemai benih, yang lalu tumbuh menjadi raksasa penjaga moralitas bangsa.

“Momentum menyambut 100 tahun NU bagi Keluarga Besar Parmusi bukan sekadar seremoni, tetapi ungkapan rasa syukur kolektif bahwa kehadiran NU telah menjaga stabilitas dan kedaulatan NKRI,” yakin Ali.

Kilas balik ke belakang, Parmusi memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Hadratus Syekh KH Hasyim dan para pendiri lainnya.

“Bukan hanya arsitek sebuah jam’iyah, melainkan peradaban. Mereka adalah tokoh yang menjahit keislaman dan keindonesiaan tanpa menyisakan celah keraguan. Melalui prinsip Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air sebagian dari iman), NU telah menancapkan fondasi theologis yang sangat kokoh bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan Ali.

Disadari sepenuhnya, perjalanan NU selama seratus tahun adalah mendayung di antara karang-karang sejarah yang tajam. NU tidak pernah absen saat bangsa ini memanggil.

Dari Resolusi Jihad mengobarkan semangat 10 November, hingga peran strategisnya sebagai penyeimbang dalam dialektika politik nasional, Nahdlatul Ulama (NU) disebut selalu hadir sebagai peredam konflik dan pemersatu keberagaman.

Ditegaskan, karakter wasathiyah (moderat) yang dibawa NU adalah harta karun intelektual yang membuat Indonesia tetap utuh di tengah badai polarisasi global yang menghancurkan banyak negara.

Diyakini, masa depan bangsa Indonesia yang cerah hanya bisa dicapai jika ormas-ormas Islam, khususnya NU dan Parmusi mampu bersinergi dalam ‘orkestrasi keadaban’.

Parmusi berpandangan, 100 tahun NU adalah momentum untuk melakukan lompatan kuantum. Tidak lagi hanya bicara tentang ketahanan budaya, tetapi juga tentang kepemimpinan peradaban.

Indonesia yang cerah membutuhkan sumber daya manusia berintegritas, memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus penguasaan teknologi.

Maka, dengan jaringan pesantren yang masif di seluruh pelosok negeri, NU memiliki infrastruktur kemanusiaan yang paling siap untuk mencetak generasi ‘Santri Global’, yang mampu bersaing di kancah internasional tanpa kehilangan jati diri sebagai hamba Allah.

Merujuk semangat kedaulatan bangsa cita-cita bersama, Parmusi berharap NU di abad kedua terus menjadi garda terdepan mengawal implementasi nilai-nilai luhur Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945.

Kemandirian ekonomi umat harus menjadi agenda utama agar kekayaan alam Indonesia benar-benar kembali ke tangan rakyat, tidak dikuasai oleh segelintir oligarki. Keadilan sosial adalah ruh dari ajaran Islam, dan NU adalah ‘otot’ yang paling kuat untuk menarik gerbong keadilan tersebut bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sejarah mencatat, Parmusi dan NU adalah saudara seperjuangan dalam bentang sejarah dakwah di tanah air. Mungkin berbeda dalam pendekatan taktis, namun satu dalam orientasi strategis, kejayaan Islam (Izzul Islam) dan keutuhan Indonesia.

Sinergi antara kaum intelektual muslim dan para ulama pesantren adalah kunci untuk menghadapi ancaman transnasional yang ingin mengikis nilai-nilai ketimuran bangsa.

Keluarga Besar Parmusi mengucapkan Selamat Satu Abad Nahdlatul Ulama (1344 H – 1446 H). Semoga di abad kedua ini, Nahdlatul Ulama semakin kuat sebagai pilar Peradaban Indonesia.***

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE