Nusantara

Sikapi SE Kemenkes Terkait Lonjakan Kasus COVID-19, Pemerintah Harus Pro Aktif Lindungi Masyarakat

Sikapi SE Kemenkes Terkait Lonjakan Kasus COVID-19, Pemerintah Harus Pro Aktif Lindungi Masyarakat
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher /ist
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada): Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendorong pemerintah untuk tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam melindungi masyarakat. Penegasan ini disampaikannya menyikapi keluarnya Surat Edaran Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan terhadap lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia.

“Peningkatan kasus COVID-19 di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hongkong harus menjadi alarm kewaspadaan bagi Indonesia. Meski kasus dalam negeri menurun, kita tidak boleh lengah,” ujar Netty dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (3/6/2025) di Jakarta.

Menurut Netty, kebijakan antisipatif yang tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes patut diapresiasi. Namun, ia menekankan pentingnya implementasi di lapangan, terutama dalam penguatan sistem deteksi dini, pelaporan kasus, dan edukasi masyarakat.

“Surat Edaran tidak cukup jika hanya berhenti di meja birokrasi. Perlu ada percepatan koordinasi lintas sektor hingga ke level fasilitas kesehatan terdepan di lapangan,” tegasnya.

Netty juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi publik yang efektif agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada. Menurutnya edukasi soal pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker bagi yang sakit, serta kesadaran untuk segera memeriksakan diri jika bergejala, harus terus digencarkan. Jangan sampai masyarakat justru abai karena merasa pandemi sudah usai.

Dia juga meminta agar Pemerintah mulai melakukan pengawasan keluar masuk orang di pintu-pintu perbatasan, pelabuhan dan bandara. “Mobilitas warga dari satu tempat ke tempat lain, dari luar negeri ke Indonesia, itu menjadi salah satu pintu penularan Covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut, Netty mengingatkan agar pemerintah tetap menyiagakan sistem layanan kesehatan, termasuk ketersediaan fasilitas, tenaga medis, dan alat pelindung diri (APD) jika terjadi lonjakan kasus secara tiba-tiba.

“Kita sudah belajar banyak selama pandemi kemarin. Jangan sampai kita mengulang ketidaksiapan hanya karena terlalu percaya diri melihat tren penurunan,” tukasnya. (j05)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE