Siti Atikoh Sampaikan Komitmen Ganjar-Mahfud Atasi Pelecehan Seksual Di Ruang Pendidikan

  • Bagikan
Siti Atikoh Sampaikan Komitmen Ganjar-Mahfud Atasi Pelecehan Seksual Di Ruang Pendidikan
Siti Atikoh saat memberikan sambutan di depan relawan Perempuan Indonesia Pilih Ganjar (PIJAR), di kantor DPP PDI Perjuangan, Sabtu (16/12/2023). (Waspada/Irwansyah)

JAKARTA (Waspada): Istri Capres nomor 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh mengatakan Ganjar-Mahfud MD memiliki komitmen untuk menekan angka pelecehan seksual di Indonesia.

Atikoh menyadari kasus pelecehan seksual cenderung sulit untuk dibawa ke ranah hukum.

Hal itu disampaikan Atikoh saat menjawab pertanyaan seorang dokter Hajjah Manurung dari Medan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2023 PIJAR l. Rapat dilaksanakan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan. Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12/2023).

“Karena hukum itu tak peduli apa pun, harus ada bukti dan saksi. Lah, kalau kejadiannya itu di tempat tertutup yang tidak ada orang melihat bagaimana. Saksinya, ya, korban,” kata Atikoh dalam sesi tanya jawab.

Menurut Atikoh, pelecehan seksual berbeda karakteristiknya dengan kejahatan lainnya. Contohnya kasus pencurian, peristiwanya kemungkinan besar dilihat oleh orang. Sedangkan pelecehan seksual, lanjut Atikoh, kadang hasil visumnya pun tidak menunjukkan adanya indikasi.

“Hasil fisik bahkan kadang tidak menunjukkan itu adalah pelecehan seksual,” terang dia.

Karena itu, lanjut Atikoh, Tim Pemenangan Nasional (TPN) sudah menyusun program yang akan dilaksanakan Ganjar-Mahfud bila terpilih di Pilpres 2024. Ganjar-Mahfud mewajibkan adanya tempat konseling di setiap lembaga pendidikan, salah satunya untuk kesehatan mental, baik di sekolah menengah atas (SMA) maupun di perguruan tinggi.

“Kemudian mewujudkan satuan tugas pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di setiap satuan lembaga pendidikan. Jadi, nanti akan dibentuk untuk satgasnya ini mereka bergerak melaporkan itu tahu harus ke mana dan orang yang menerima laporan itu tidak juga langsung prejudice,” kata Atikoh.

Menurut Atikoh, banyak korban pelecehan seksual justru menjadi korban perundungan yang seharusnya dilindungi. Korban dianggap menjadi pihak yang menjelekkan lembaga pendidikan.

“Pernah, bu, ketika saya di Jawa Tengah yang saya fokuskan memang pelecehan dan penanganan kekerasan seksual. Muridnya ini malah akhirnya yang ke luar karena tidak siap dengan prejudice dan stigma dari lingkungan. Jadi, itu kemudian yang lain adalah edukasi. Mereka itu korban. Kenapa malah justru seolah-olah jadi pelaku malah dipermasalahkan,” kata dia.

Karenanya, lanjut Atikoh, setiap lembaga pendidikan harus memiliki posko pengaduan. Di sisi lain, Atikoh juga memastikan akan ada hotline untuk pengaduan pelecehan seksual.

Atikoh juga menekankan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memiliki program untuk mencegah stunting demi kebaikan ibu dan anak.

“Pencegahan stunting itu yang paling efektif itu mulai dari janin di kandungan sampai anak berusia dua tahun. Ketika di dalam kandungan, sel-sel otak itu sudah terbentuk. Jadi harus ada pelurusan juga, pendek belum tentu stunting, stunting pasti pendek. Ini terjadi karena kekurangan gizi kronis. Kekurangan gizi kronis itu tidak satu dua hari, tapi berlangsung lama. Sehingga pencengahan itu dimulai dari kandungan,” kata Siti Atikoh.

Menurut dia, ibunya harus sehat, agar anak di dalam kandungan juga mendapatkan hal yang sama. Karena itu, Siti Atikoh menyebut salah satu asupan yang paling efektif adalah telur.

“Yang paling efektif telur, gampang soalnya. Sebetulnya protein, protein apapun. Tetapi telur itu gampang dan terjangkau. Sehari dua misalnya lagi mengandung dua, ya minimal satu,” jelas dia.

Siti Atikoh juga berharap agar masyarakat bisa bergotong royong. Terlebih bagi mereka yang mampu.

“Kalau kita mau buat gerakan-gerakan, itu sangat bagus apabila kalau di Jawa itu istilahnya orang tua asuh untuk keluarga yang sedang mengandung. Misalnya orangnya mampu minimal sehari memberikan satu atau dua,” jelas dia.

Siti Atikoh pun menuturkan, gotong royong itu juga bisa dilakukan saat anaknya lahir, untuk membantu pemenuhan gizi.

“Ibunya dapat, anaknya juga dapat. Karena apa? Ketika menyusui ibunya butuh sekali asupan gizi,” ujarnya. (irw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *