Nusantara

Temukan dan Evakuasi Dua Korban Pesawat ATR, Basarnas Maksimalkan Golden Time

Temukan dan Evakuasi Dua Korban Pesawat ATR, Basarnas Maksimalkan Golden Time
Evakuasi salah satu jenazah korban pesawat ATR yang jatuh.tangkapan layar
Kecil Besar
14px

MAKASSAR (Waspada.id): Tim SAR gabungan berpacu dengan waktu untuk segera menemukan dan mengevakuasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Penemuan dan evakuasi korban idealnya dilakukan tidak melewati waktu tiga hari setelah kecelakaan atau golden time. Dalam konteks evakuasi, golden time tiga hari ini adalah waktu paling krusial menemukan dan mengevakuasi korban sebelum situasi semakin berbahaya.

“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Saat ini kami memaksimalkan golden time pencarian, dengan harapan besar seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat,” kata Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Senin (19/1).

Saat ini, kata Syafii tim SAR gabungan telah menemukan dua orang korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sejak dilakukan operasi setelah ada laporan hilang kontak pesawat tersebut pada Sabtu (17/1).

“Perlu kami tegaskan bahwa proses identifikasi korban bukan menjadi kewenangan Basarnas, dan akan dilakukan oleh instansi yang berwenang sesuai prosedur,” ungkapnya.

Menurut Syafii, rata-rata korban ditemukan sekitar 200 meter hingga 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Tim SAR gabungan harus ekstra hati-hati dan menerapkan teknik evakuasi khusus.

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” jelasnya.

Syafii menegaskan bahwa Basarnas memprioritaskan evakuasi para korban melalui udara. Namun, langkah tersebut terhalang jarak pandang terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.

“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” katanya.

Saat ini, kata Syafii proses evakuasi masih terus berlangsung dan pencarian terhadap korban akan terus dilakukan, dengan memaksimalkan tim rescue darat yang telah mengenal dan menguasai jalur sementara terus berupaya menembus medan untuk menjangkau seluruh titik yang diduga menjadi lokasi korban.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan,” katanya.(cnni)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE