MANCHESTER (Waspada.id): Manchester United dikabarkan lebih memilih menunjuk manajer eksternal meski Michael Carrick tampil impresif sebagai pelatih interim.
Setan Merah meraih 13 poin dari lima laga terakhir dan kembali ke zona empat besar, namun nama seorang manajer yang pernah menjuarai Liga Champions kini disebut sebagai kandidat terdepan untuk jabatan permanen di kursi panas Old Trafford.
Michael Carrick mengambil alih kursi panas Old Trafford setelah Manchester United memecat Ruben Amorim, yang dinilai gagal memenuhi ekspektasi meski sempat membawa tim naik ke peringkat enam.
Selain performa yang tidak konsisten dan tersingkir lebih awal dari kompetisi domestik, kritik terbuka Amorim terhadap manajemen turut mempercepat kepergiannya.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih sementara bulan lalu, Carrick langsung mengubah arah musim Setan Merah. Ia membawa Man United meraih empat kemenangan beruntun sebelum ditahan imbang West Ham 1-1, Rabu (11/2) kemarin dan mengoleksi 13 poin dari 15 yang tersedia. Kemenangan atas Manchester City dan Arsenal menjadi sinyal kebangkitan serius, disusul hasil positif melawan Fulham dan Tottenham.
Man United sejak awal memang hanya berencana menjadikan Carrick solusi sementara, dan akan menunjuk manajer permanen baru di akhir musim. Tapi gemilangnya performa Bruno Fernandes cs di bawah Carrick memicu seruan untuk menjadikannya suksesor permanen Amorim.
Tapi menurut Sky Sports, Man United tetap tidak berencana mempercepat proses penunjukkan manajer baru dan masih tak memandang Carrick sebagai favorit untuk mengisi jabatan permanen.
Sebaliknya, menurut Manchester Evening News, pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel disebut sebagai “pilihan utama” para pemangku kebijakan di Old Trafford.
Tuchel masih terikat kontrak dengan Inggris hingga usai Piala Dunia musim panas ini, sehingga berpotensi tersedia pada Juli mendatang. Rekam jejaknya cukup kuat, dengan pengalaman melatih Bayern Munich, PSG, Borussia Dortmund, dan Chelsea, di mana ia menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub versi lama yang kini bernama Piala Interkontinental.
Sejumlah nama besar lain juga dikaitkan dengan United, termasuk Carlo Ancelotti, Mauricio Pochettino, Luis Enrique, Oliver Glasner, dan Roberto De Zerbi yang baru saja meninggalkan Marseille.
Meski begitu, mengesampingkan Carrick akan terasa mengejutkan mengingat dukungan yang ia terima dari ruang ganti. Legenda Inggris Wayne Rooney bahkan menilai Carrick akan menjadi “mustahil untuk diabaikan” jika performa apik ini berlanjut hingga akhir musim.
Fernandes selaku kapten Man United secara terbuka memuji pendekatan Carrick sejak ia mengambil alih. Kiper Senne Lammens juga menyampaikan pandangan positif meski batal mencatatkan lima kemenangan beruntun usai ditahan imbang West Ham.
“Kami bisa senang dengan lima pertandingan pertamanya sebagai pelatih,” ujar kiper asal Belgia itu. “Hasil melawan West Ham memang agak mengecewakan karena kami ingin terus menang dan sekarang, dua pekan tanpa laga, kami ingin menjalani periode itu dengan perasaan yang baik.”
“Tapi tak seburuk itu karena kami mencetak gol di menit akhir. Salah satu kekuatan terbaik Carrick adalah komunikasi. Dia sangat jelas soal apa yang dia inginkan. Kami tahu apa yang harus dilakukan dan mengeksekusi rencana itu.”
Lammens juga menyoroti fleksibilitas taktik tim sejak ditangani Carrick. Saat menghadapi Man City dan Arsenal, Setan Merah bermain lebih rapat dan mengandalkan serangan balik. Sementara melawan Fulham dan Tottenham, mereka dipaksa mengontrol permainan. “Tidak selalu indah, tapi hasilnya ada. Itu yang terpenting dan sesuatu yang belum benar-benar kami lakukan sepanjang musim ini,” tambahnya.
Manchester United kini memiliki hampir dua pekan tanpa pertandingan karena sudah disingkirkan dari Piala FA oleh Brighton. Mereka akan kembali berlaga di Liga Inggris pada 24 Februari melawan Everton, pertandingan yang bisa menjadi ujian bagi konsistensi tim di bawah Carrick, terutama setelah momentum terhenti lantaran jeda yang cukup lama.
Jika performa stabil dan posisi empat besar tetap terjaga, tekanan terhadap manajemen untuk mempertahankan Carrick akan semakin besar. Namun, keputusan menunjuk manajer dengan reputasi kelas dunia seperti Tuchel juga bisa dianggap sebagai langkah strategis jangka panjang untuk bersaing di level tertinggi Eropa.
Pilihan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah proyek Manchester United. Akankah klub memilih kesinambungan dengan sosok internal yang memahami kultur tim, atau mendatangkan figur elite dengan pengalaman juara Eropa, akan menjadi salah satu keputusan paling krusial di era baru Old Trafford. (id08/goal)

















