Babak 8 Besar Liga 3 Sumut 11 Januari

  • Bagikan
Babak 8 Besar Liga 3 Sumut 11 Januari
PLT Ketua Asprov PSSI Sumut Prof Fidel Ganis didampingi para pengurus Asprov PSSI Sumut pose bersama perwakilan klub usai rapat, Selasa (9/1). Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Utara akan menggelar babak 8 Besar Liga 3 zona Sumatera Utara pada Kamis (11/1) di Stadion Mini USU.

Seperti diketahui dalam babak ini, sebanyak 7 tim akan bertarung untuk lolos ke babak selanjutnya. Sementara satu tim lainnya yakni Batubara Bisa FC mengundurkan diri.

Tim-tim tersebut yakni Ratu FC, Paya Bakung United, PS Kwarta, Gumarang FC (Grup E). PS PTPN 3, PS TGM dan Labura Hebat FC (Grup F).

Plt Ketua Asprov PSSI Sumut, Prof Fidel Ganis diwakili Sekretaris Fityan Hamdi mengatakan semua tim peserta sudah siap bertanding. Lalu untuk mengevaluasi pertandingan pada babak penyisihan, pengurus Asprov Sumut juga menggelar rapat bersama tim yang lolos pada babak 8 Besar.

“Jadi apa saja masalah yang dialami pada babak penyisihan kami evaluasi dalam rapat ini. Dalam rapat ini juga kami menyatukan persepsi dan sepakat bila dalam mengarungi babak 8 Besar akan dilakukan secara damai,” tegas Fityan, Selasa (9/1).

Soal tim peserta, kata Fityan, seperti diketahui ada salah satu tim yang mengundurkan diri dan dalam regulasi, tim itu boleh diganti oleh tim yang berada satu peringkat di bawahnya.

“Lalu kami berkomunikasi dengan tim tersebut, karena memang ada deadline yang harus diberikan, terlebih inikan juga bicara hak dan kewajiban. Namun memang sampai deadline yang diberikan tidak terealisasi untuk ikut maka akhirnya peserta hanya 7 tim saja,” terangnya.

Dirinya juga menegaskan soal adanya kabar miring terkait biaya tuan rumah bersama di babak 8 Besar semua juga sudah selesai. “Kan yang dipersoalkan itu kenapa transfernya ke rekening pribadi. Karena memang uang tersebut bukan uang Asprov, uang bersama yang harus dikelola bersama-sama. Dan peserta pada saat MCM juga sudah menyepakatinya,” ujarnya.

“Soal biaya tuan rumah bersama itu juga bukan maunya Asprov tapi regulasi. Malah di putaran pertama dan kedua babak penyisihan, itu Asprov yang membiayainya. Karena kalau regulasinya, bila tidak ada tim yang mengajukan tuan rumah, maka tuan rumah bersama dan untuk biayanya patungan,” tambahnya.

Dirinya berharap Liga 3 Sumut bisa sukses. “Kami mau Liga 3 Sumut ini sukses dan tidak ada keributan. Yang perlu saya tegaskan bila tidak ada anak tiri atau anak kandung, karena semua klub bagian dari Asprov Sumut,” tutup Fityan. (m33)

  • Bagikan