Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang laga FIFA Series di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan jelang final FIFA Series melawan Bulgaria yang berlangsung pada Senin (30/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Antara
JAKARTA (Waspada.id): John Herdman membuka era baru timnas Indonesia dengan sangat manis. Kontrol penuh atas Saint Kitts dan Nevis, yang ditutup dengan kemenangan besar dan clean sheet, menjadi awal yang sangat menjanjikan dari pelatih berkebangsaan Inggris tersebut.
Namun, cerita serupa tak akan mudah terulang pada laga final FIFA Series 2026 malam nanti. Di hadapan puluhan ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pukul 20.00 WIB nanti, Indonesia bisa dipastikan akan menjalani 90 menit yang lebih menantang dan lebih panjang.
Bulgaria menjadi ujian sesungguhnya untuk Herdman. Negara Eropa asuhan Aleksander Dimtrov itu akan menjadi tolak ukur awal sebenarnya, soal sudah sejauh mana level timnas Indonesia di era baru ini.
Sebagai gambaran, Bulgaria adalah tim Eropa yang kini menempati peringkat 86 dunia berdasarkan live ranking yang tertera di laman resmi FIFA, per Senin pukul 15.00 WIB.
Mereka menjadi negara yang pernah mencicipi atmosfer pertandingan Piala Dunia dalam tujuh edisi, dengan prestasi terbaik menjadi peringkat keempat pada 1994 di Amerika Serikat bersama generasi yang dipimpin oleh Hristo Stoichkov.
Meski tak pernah berpartisipasi di Piala Dunia lagi sejak terakhir kali 1998, Bulgaria tetap menjadi perhatian besar. Kualitas permainan Bulgaria juga patut diwaspadai oleh Herdman, karena mereka terus ditempa pertandingan internasional melawan negara-negara seperti Turki, Spanyol, dan Georgia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tak hanya tiga negara itu, Bulgaria juga tercatat rutin melawan tim-tim top lainnya di benua Eropa, baik di laga persahabatan atau pun laga kompetitif. Ada Serbia dan Hungaria yang mereka hadapi di Kualifikasi Piala Eropa 2024, lalu Prancis di laga persahabatan, hingga Italia, Irlandia Utara, dan Swiss di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Saat ditanya mengenai kekuatan lawan, Herdman menjawab itu terletak pada permainan sayap mereka yang berbahaya, yang juga kerap membuat kombinasi permainan segitiga untuk merusak struktur bertahan lawan.
Jay Idzes dan kawan-kawan harus segera merusak momentum apabila Bulgaria mulai melancarkan taktiknya ini. Pasalnya, tambah Herdman, apabila dibiarkan dan mereka kemudian mendapatkan ritme, itu akan sangat membahayakan. Sebagai buktinya, permainan Bulgaria ini membuat Kepulauan Solomon menyerah 2-10 pada laga pertama FIFA Series 2026, Jumat lalu.
Membandingkan dengan Saint Kitts dan Nevis, Herdman menegaskan bahwa “Bulgaria berbeda”. Tim berjuluk Lavovete (Singa) itu memiliki fisik yang lebih besar dan kuat, serta tampil lebih terorganisir, baik saat menyerang maupun bertahan.
“Kami harus menemukan cara untuk menang,” kata Herdman, pelatih yang memimpin timnas Kanada di Piala Dunia 2022 tersebut.
Salah satu cara untuk memenangkan pertandingan final ini adalah membawa laga sampai adu penalti. Tak ada hasil imbang di turnamen ini, sehingga apabila sebuah laga berakhir seri dalam 90 menit, maka tak ada tambahan waktu dan pemenang akan ditentukan langsung melalui penalti.
Herdman sudah menyiapkan semua kemungkinan. Di sesi latihan tim di Stadion Madya kemarin sore, pelatih berusia 50 tahun itu mendatangi awak media sebelum melakukan wawancara dengan meminta maaf, bahwa latihan di sore itu sedikit lebih lama karena timnya juga menyisipkan sesi khusus latihan penalti. (id08/cnni)


















