FOPI Sumut Jadwalkan TC Di Thailand

  • Bagikan
FOPI Sumut Jadwalkan TC Di Thailand
ATLET petanque Sumut pose bersama di sela latihan rutin di gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (5/12) siang. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Atlet cabang olahraga petanque Sumatera Utara terus bersiap menyongsong perhelatan PON XXI Aceh-Sumut 2024. Usai menggelar dua try out di Pulau Jawa, kini persiapan menyasar pada pemusatan latihan (training camp).

Pelatih Kepala Tim Petanque Sumut, Ibrahim Sembiring mengungkapkan Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumut menjadwalkan training camp bagi atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON 2024 di Thailand.

Hal itu dia sampaikan saat Visitasi Tim Posko Publikasi PON XXI Aceh-Sumut 2024 dipimpin Febrina Chairunisa ke Lokasi Pelatda Cabor PON di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (5/12) siang.

“Di bulan habis lebaran kita minta training camp di Thailand. Di sana permainan tradisionalnya petanque ini. Master sudah banyak di sana, jadi kita fokus tryout dan training camp di Thailand. Jadwalnya antara Februari atau pasca lebaran, tergantung kesepakatan dengan KONI Sumut,” ujar pria yang juga Sekretaris FOPI Sumut itu.

Menurutnya, kegiatan training camp dilakukan untuk mempersiapkan mental atlet menuju PON 2024. Hingga akhir 2023, Ibrahim menyebut atlet FOPI Sumut telah mengikuti tryout yang juga bagian persiapan. Kendati belum semaksimal harapan, menurutnya sejumlah kemajuan terlihat pada atlet Sumut.

“Program tryout kemarin sudah dua kali kita di nasional, itu kita mengikuti kejuaraan yang ada di Surabaya. Kemudian di Unesa International Petanque, persiapannya untuk atlet-atlet sendiri, secara teknik dan strategi sudah ada kemajuan,” ujar Ibrahim.

Dia menjelaskan, dari hasil tryout, atlet petanque Sumut menembus semifinal di dua nomor, sementara untuk ajang internasional satu nomor hanya menembus 16 besar.

Sebagai langkah persiapan lainnya, atlet petanque Sumut kembali akan menggelar tryout. Menurutnya, tryout diperlukan dalam rangka mematangkan persiapan para atlet. 

“Pada dasarnya kita memang kekurangan tryout. Rencananya di Jawa, karena kita di Sumut lawan kurang memadai tryout harus ke luar kota,” ucapnya.

Menurutnya, perlunya tryout juga karena kurang representatifnya kualitas lapangan di Sumut. Selain lapangan, kualitas bola juga memengaruhi kemampuan atlet dalam pertandingan. Untuk itu, FOPI Sumut berharap para atlet mendapatkan bola baru.

“Lapangan mereka (seperti di Surabaya) paving blok yang keras, kita di sini kerikil lebih tebal. Lapangan memengaruhi, kualitas bola juga memengaruhi. Dari segi perlengkapan kami, bola ini sudah aus, di pertandingan nanti bola harus baru,” ucapnya lagi.

Untuk itu, Ibrahim berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut menyediakan bola baru bagi para atlet. Dia berharap setidaknya 20 atlet yang terdiri atas 10 putra dan 10 putri Pelatda Petanque diberikan dua set bola baru.

“Bola paling perlu dan penting karena merupakan senjata bagi atlet. Bola yang dipakai terus-menerus akan aus dan menipis. Bagi bola yang serinya tidak kelihatan tidak boleh dimainkan. Jadi minimal dua set bola untuk tiap atlet sebelum berangkat,” ucapnya. (m18)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *