Olahraga

Forki Sumut Apresiasi Dessyinta Sabet 2 Perak SEA Games

Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada): Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Pengprov Forki) Sumatera Utara mengapresiasi atlet binaannya, Dessyinta Rakawuni Banuarea, membawa nama harum Indonesia di tingkat internasional.

Turun di nomor kumite +68 Kg putri pada SEA Games 2021 Hanoi, Dessyinta berhasil meraih medali perak. Di partai final, ia dipaksa mengakui ketangguhan karateka putri tuan rumah. Dessyinta juga turut andil dalam perolehan medali perak nomor kumite beregu putri.

“Forki Sumut mengapresiasi prestasi Dessyinda. Pencapaian ini tentu berkat kebersamaan dan kerja keras seluruh pengurus, pelatih hingga perguruan serta dukungan pemerintah daerah dalam melaksanakan pembinaan,” ujar Ketua Umum Pengprov Forki Sumut DR H Rahmat Shah kepada awak media di Medan, Sabtu (21/5).

Dalam kesempatan ini, Rahmat Shah didampingi Sekretaris Umum Zulkarnaen Purba, Binpres Delpinus P Rumahorbo, Bidang Organisasi Rawi Kresna, Bidang Perwasitan Julius Lubis, Wakil Sekretaris Roy Nainggolan serta Koordinator Sekretariat Ananda M Zikri.

Rahmat Shah berharap dukungan dan kebersamaan tersebut terutama sekali perihal pendanaan pembinaan atlet untuk ditingkatkan mengingat Sumut akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 bersama Aceh.

Sebab, bila dievaluasi ke belakang, Sumut selalu menempatkan minimal 4 karateka di Pelatnas SEA Games maupun Asean Games. Bahkan dua atlet kita menempati rangking 8 dan 36 rangking dunia WKF dengan standing poin ranking 22 Olimpiade Tokyo. Sementara pada SEA Games 2021, Sumut hanya memiliki satu wakil di Timnas, yaitu Dessyinta Rakawuni Banuarea.

Rahmat Shah juga menyinggung hasil PON 2021 Papua. Di mana Sumut sebagai provinsi ketiga terbesar harus puas finis di urutan 13 dalam perolehan medali. Cabor karate sendiri gagal meraih medali emas. Padahal dari PON 2000-2016, karate Sumut selalu menyumbangkan paling sedikit 2 medali emas.

Dessyinta Rakawuni Banuarea, membawa nama harum Indonesia di tingkat internasional. Waspada/ist

“Ini sebuah tantangan yang harus segera dijawab. Ini adalah beban bagi Sumut yang akan menjadi tuan rumah PON XXI,” jelas Rahmat Shah.

Karenanya, Pengprov Forki Sumut akan melaksanakan kejuaraan di 4 wilayah sebagai ajang seleksi atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumut, November mendatang. Hal ini telah disampaikan di Rakerda KONI Sumut tahun 2022. Pihaknya juga sedang menyiapkan lapisan kedua sembari menunggu adanya kejelasan batasan umur mengingat jadwal PON yang disebut akan diundur ke 2025.

“Kita akui memang tidak mudah membentuk atlet berprestasi. Karena adanya proses yang panjang dibutuhkan penjaringan berjenjang, bertingkat, berlanjut yang konsisten. Di sinilah dibutuhkan komitmen pemerintah daerah dan KONI Sumut terutama sekali dalam bentuk pendanaan, fasilitas hingga pengawasan,” tuturnya.

“Sudah saatnya kita melaksanakan pembinaan olahraga modern yang didalamnya ada sport science dan nutrisi, bentuk pelaksanaan olahraga modern anggaran mengikuti program pembinaan yang dibuat, bukan sebaliknya program mengikuti anggaran yang mencerminkan pembinaan tradisional. Kekurangan APBD dapat diatasi dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang ada di Sumut. Dengan niat tulus demi pembinaan, saya yakin target 3 Besar PON XXI dapat kita raih,” tegasnya Rahmat Shah. (m18)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE