Ijeck: Bebas Cedera Dukung Performa Atlet

  • Bagikan
Ijeck: Bebas Cedera Dukung Performa Atlet
TOKOH Olahraga Sumut H Musa Rajekshah/Ijeck (tengah) meresmikan klinik fisioterapi Bebas Cedera didampingi Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Ketua WI Sumut Darsen Song, Ketua FOPI Sumut Dr Hj Liliana Puspa Sari dan undangan lainnya di Medan, Rabu (28/2). Waspada/Armansyah Th

MEDAN (Waspada): Tokoh Olahraga Sumatera Utara, H Musa Rajekshah, menyambut baik kehadiran klinik fisioterapi di Medan bagi perkembangan olahraga di daerah ini. Terlebih, Sumut kini tengah bersiap menggelar PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Menurut dia, cedera jadi momok serius bagi atlet. Cedera bisa terjadi bukan hanya saat bertanding, tapi juga saat atlet berlatih menuju event. Makanya, dengan hadirnya klinik Bebas Cedera bisa membuat performa atlet lebih baik dalam persiapan berlaga di arena pertandingan.

“Adanya Bebas Cedera ini penting bagi insan olahraga, terutama ini mau PON. Jadi atlet perlu dilindungi agar ototnya rileks dan terhindar dari cedera. Jangan karena semangat tanding, jadi lupa menjaga kondisi sehingga sering cedera,” kata pria yang akrab disapa Ijeck ini saat peresmian Klinik Bebas Cedera di Kompleks Cemara Asri Medan, Rabu (28/2).

Sebagai bentuk dukungan, Ijeck yang juga Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumut dan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, bakal menggandeng Bebas Cedera sebagai pendampingan atlet-altetnya.

“Pasti dibutuhkan, terlebih untuk atlet TI Sumut saat tanding. Harus ada fisioterapi standby, mana tahu ada kejadian sehingga ada penanganan segera,” tambahnya.

Dukungan juga diberikan beberapa pengurus olahraga yang turut hadir saat peresmian klinik. Mulai dari Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Ketua Wushu Sumut (WI) Sumut  Darsen Song, Bendahara Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (POBI) Sumut Ridwan Loemanto, Ketua Federa Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumut Dr Hj Liliana Puspa Sari,  Johan Tjongiran dari Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (MITSU), Ketua Perbasi Medan Pelangi Wijaya, Dr Jeff Loren M Ked (Surg) SpOT dan lainnya.

“Kami dari FOPI Sumut tentu memberi apresiasi karena fisioterapi penting bagi atlet saat cedera maupun recovery latihan. Ini bagus dan Petanque akan menjalin kerjasama. Bisa juga untuk kampus sebagai trainer fisioterapi. Jadi memang fisioterapi ini sangat dibutuhkan,” ujar Liliana.

Founder Bebas Cedera, Asep Aziz Muslim didampingi Direksi Tony Wong dan Harry Chan menjelaskan Bebas Cedera sudah hadir di 12 kota di Indonesia. Khusus untuk Medan merupakan cabang ke-14.

“Bebas Cedera hadir di Medan karena kami melihat Sumut banyak melahirkan atlet berprestasi baik nasional maupun internasional. Masyarakatnya pun harapan untuk fisioterapi demi hidup yang berkualitas,” ucapnya.

Asep Aziz Muslim dikenal sebagai fisioterapis di berbagai klub, termasuk di Timnas Sepakbola Asian Games Hangzhou 2023. Selain itu, dia juga pernah menjadi bagian di tim basket, Kemenpora dan KOI.

Pihaknya berharap Bebas Cedera bermanfaat bagi semua kalangan terkhusus atlet Sumut. Fokus utama mereka untuk pencegahan cedera serta penanganan cedera awal. “Semoga teman-teman jadi lebih berkualitas hidupnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Bebas Cedera di Medan telah bekerjasama dengan beberapa pengurus cabang olahraga, antara lain barongsai, wushu dan bola basket. (m23)

  • Bagikan