LIVERPOOL (Waspada.id): Jurgen Klopp telah memperingatkan mantan klubnya, Liverpool, bahwa mencari pengganti Mohamed Salah akan menjadi tugas yang mustahil bagi jajaran petinggi The Reds.
Pelatih asal Jerman itu, yang memimpin tim selama masa-masa paling produktif dalam karier pemain asal Mesir tersebut, meyakini bahwa kontribusi unik sang penyerang menjadikannya talenta yang tiada duanya di dunia sepakbola.
Berbicara menjelang kembalinya ke Anfield untuk pertandingan amal para legenda, Klopp menyampaikan penilaian yang menyentuh tentang kehidupan pasca-Salah.
Menyusul kabar bahwa pemain berusia 33 tahun itu akan meninggalkan Merseyside pada akhir musim, mantan manajernya itu mengenang dampak luar biasa yang telah diberikan ‘Raja Mesir’ sejak 2017.
“Saya harus memproses apa artinya kepergian Mo,” aku Klopp. “Saya sudah melihatnya dari luar, jadi saya mengirim pesan kepadanya tentang apa yang saya pikirkan. Saya benar-benar bahagia dan bangga pernah menjadi bagian dari seluruh perjalanan ini. Ya Tuhan, betapa hebatnya pemain ini.”
Meskipun Liverpool telah berhasil mengatasi kepergian Sadio Mane dan Roberto Firmino, Klopp meyakini bahwa menggantikan Salah adalah tugas dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Dengan 377 kontribusi gol dalam 435 penampilan, Klopp berpendapat bahwa statistik pemain asal Mesir itu dari posisi sayap tak tertandingi.
“Pemain dengan tipe khusus seperti ini tak tergantikan,” lanjut Klopp. “Akan ada kekosongan yang bisa diisi oleh orang lain, tapi pemain spesifik seperti Mo Salah? Saya tidak yakin ada pemain lain yang seperti itu di luar sana. Angka-angka yang dia hasilkan sebagai pemain sayap sungguh luar biasa.”
Hubungan di antara keduanya memang terkenal sangat intens, yang ditandai oleh obsesi bersama untuk meraih kemenangan yang sesekali memicu perselisihan di depan publik. Klopp menegaskan bahwa momen-momen tersebut hanyalah konsekuensi dari mengelola talenta-talenta elit.
“Teman setim yang hebat, orang yang hebat — tapi bukan teman yang menyenangkan saat dia tidak mencetak gol,” tambah Klopp. “Pemain istimewa memang menantang, tapi kami tidak pernah kehilangan rasa hormat satu sama lain. Itulah yang benar-benar saya sukai.” (Id08/goal)



















