Oleh : Indra Efendi Rangkuti
Santer terdengar bahwa PSSI akan menunjuk pelatih asal Inggris John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert yang diputus kontraknya oleh PSSI setelah gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Kiprah sukses John Herdman yang pernah membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 dan Timnas Wanita Kanada meraih Medali Perunggu Olimpiade 2012 dan 2016 serta lolos ke Perempat Final Piala Dunia Wanita 2015 menarik perhatian bagi PSSI untuk menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.
Jika memang resmi ditunjuk oleh PSSI maka John Herdman akan menjadi pelatih asal Britania Raya keempat yang menangani Timnas Indonesia.Sebelumnya tercatat Jim Bryden (Inggris),Peter Withe (Inggris) dan Simon McMenemy (Skotlandia) yang pernah ditunjuk untuk menangani Timnas Indonesia.
Namun sayang kiprah ketiga pelatih Britania Raya tersebut kurang mengkilap selama menangani Timnas Indonesia.Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi John Herdman kelak jika ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia untuk memutus tren negatif tersebut.
Berikut coba saya uraikan kiprah Jim Bryden,Peter Withe dan Simon McMenemy selama menangani Timnas Indonesia.
1.Jim Bryden
Jim Bryden ditunjuk menjadi pelatih Timnas U16 pada tahun 2001 oleh PSSI.Saat itu Timnas U-16 dibina oleh tokoh sepakbola Sumatera Utara Johny Pardede.Timnas U-16 saat itu menjalani TC di Kompleks olahraga TD Pardede di Medan yang pernah menjadi base camp dari Pardedetex dan Harimau Tapanuli dengan fasilitas yang cukup modern pada masa itu.Bahkan Kompleks olahraga TD Pardede ini pada periode 1968 – 1970 pernah menjadi pusat pembinaan bagi Pelatnas Timnas yang kala itu diperkuat Soetjipto Soentoro, Iswadi Idris, Abdul Kadir, Yuswardi, Ronny Pasla,Yudo Hadianto dll.

Timnas U-16 saat itu berisi bakat – bakat muda potensial seperti : Bobby Satria, Putut Waringin Jati,Tony Sucipto, Wahyu Tri Nugroho, Ary Yuganda dll. Bobby Satria dan Tony Sucipto kelak menjadi bintang yang bersinar bersama Timnas Indonesia.
Putut Waringin Jati sendiri kelak menjadi bagian dari skuad PSMS Medan ketika menjadi Juara Piala Emas Bang Yos IV tahun 2006 dan Runner Up Liga Indonesia musim 2007/2008.Dalam menangani Timnas U1-16 ini Jim Bryden didampingi oleh Jairo Matos sebagai penasehat teknis.
Pada tahun 2002 Timnas U-16 tampil AFF U-17 Cup 2002 yang berlangsung di Indonesia dan Malaysia.Setelah tampil bagus di penyisihan grup yang digelar di Stadion Teladan Medan dengan menjadi Runner Up Grup B di bawah Laos,skuad asuhan Jim Bryden ini lolos ke Semifinal yang berlangsung di Kuala Lumpur.
Sayang langkah Timnas U-16 ini terhenti di Semifinal setelah takluk 0-6 dari Myanmar.Akhirnya Timnas U-16 ini berhasil menduduki peringkat ketiga setelah di perebutan tempat ketiga menaklukkan Malaysia 1-0.
Setelah AFF Cup U-17 ini usai PSSI bersama Johny Pardede melakukan evaluasi.Akhirnya Jim Bryden diberhentikan sebagai pelatih dan digantikan oleh pelatih asal Australia Eric Williams.
2.Peter Withe
Peter Withe tampil menjadi pelatih Timnas Indonesia pada 2004.Peter Withe sendiri memiliki reputasi mentereng sebagai pemain dan pelatih.Sebagai pemain Peter Withe sukses membawa Nottingham Forest menjadi Juara Liga Inggris musim 1977/1978.
Kemudian Peter Withe menjad bintang utama yang membawa Aston Villa menjadi Juara Liga Inggris musim 1980/1981,Juara Champions Cup musim 1981/1982 dan Piala Super UEFA pada 1982. Peter Withe juga menjadi bagian dari skuad Timnas Inggris yang tampil di Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol.

Sebagai pelatih Peter Withe sukses membawa Timnas Thailand meraih Medali Emas SEA Games 1999,Juara Tiger Cup (AFF Cup) 2000 dan 2002 serta lolos ke Semifinal Asian Games 1998 di Bangkok. Bahkan pada Asian Games 1998 Thailand sukses menaklukkan salah satu kekuatan sepakbola Asia Korea Selatan 2-1 di Perempat Final.
Kesuksesan inilah yang membuat PSSI tertarik mengontrak Peter Withe untuk melatih Timnas pada 2004. Dengan komposisi pemain seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Ilham Jaya Kesuma, Ponaryo Astaman, Mauly Lessy,Eli Aiboy, hingga wonderkid berusia 18 tahun bernama Boaz Solossa, Withe mengantar Indonesia tampil mengesankan di Piala Tiger (AFF) 2004.Di Piala AFF 2004 ini pula Peter Withe memanggil 2 bintang muda PSMS Medan Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga.
Indonesia sukses menjadi Juara Grup A.Di Semifinal Timnas Indonesia sempat kalah 1-2 dari Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada leg pertama. Namun di leg kedua yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil Kuala Lumpur Timnas Indonesia tampil “menggila” dengan menaklukkan Malaysia 4-1.
Penampilan gemilang ini membuat publik berharap Timnas Indonesia akan sukses menjadi Juara. Namun apa daya di Final yang berlangsung 2 leg Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Singapura. Pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno Timnas Indonesia takluk 1-3. Gol Indonesia saat itu dicetak oleh Mahyadi Panggabean.
Kekalahan 1-3 dari Singapura ini juga harus dibayar mahal oleh Timnas Indonesia dengan kehilangan bintang muda yang tengah meroket Boaz Solossa yang cedera parah. Akibatnya Boaz Solossa yang tampil gemilang berduet dengan Ilham Jaya Kesuma di lini depan selama AFF Cup 2004 ini harus absen pada leg kedua.
Pada leg kedua yang digelar di Stadion Nasional Singapura Timnas Indonesia yang kehilangan Boaz Solossa kembali takluk dengan skor 1-2. Meski gagal menjadi juara namun PSSI masih mempercayakan Peter Withe menangani Timnas di SEA Games 2005 di Filipina.
Peter Withe berhasil membawa Timnas U-23 Indonesia menjadi Runner Up Grup B di bawah Vietnam dan lolos ke Semifinal. Sayang langkah Timnas U-23 Indonesia terhenti Semifinal setelah takluk 1-3 dari Thailand. Dan akhirnya pada perebutan medali perunggu Timnas U-23 kembali takluk 0-1 dari Malaysia.
Meski gagal Peter Withe tetap dipertahankan oleh PSSI untuk menghadapi Piala AFF tahun 2007. Namun akhirnya Peter Withe gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Semifinal setelah di penyisihan grup B kalah bersaing dengan Singapura dan Vietnam.
Akhirnya usai Piala AFF 2007 ini PSSI memberhentikan Peter Withe dan menggantikannya dengan pelatih asal Bulgaria Ivan Kolev.
3.Simon McMenemy
Pada 20 Desember 2018 PSSI menunjuk pelatih asal Skotlandia Simon McMenemy sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Bima Sakti. Kesuksesan Simon McMenemy membawa Bhayangkara FC menjadi Juara Liga 1 musim 2016/2017 membuat PSSI tertarik menjadikan dirinya sebagai pelatih Timnas.

Namun sayang penampilan Timnas selama dilatih oleh Simon McMenemy tidak memuaskan. Dari 5 laga yang dijalani Timnas Indonesia di bawah asuhan Simon McMenemy di Kualifikasi Piala Dunia 2022 semuanya berakhir dengan kekalahan. Usai Timnas Indonesia takluk 0-2 dari Malaysia di Stadion Nasional Bukit Jalil Kuala Lumpur pada 19 November 2019, PSSI memutuskan memberhentikan Simon McMenemy dan menggantikannya dengan pelatih asal Korea Selatan Shin Tae Yong. WASPADA.id
Penulis adalah pemerhati olahraga











