Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sumut, Arya Sinulingga, menyampaikan berbagai program strategis serta hasil positif selama masa kepemimpinannya pada periode 2024–2026. Waspada.id/Ist
MEDAN (Waspada.id): PSSI Provinsi Sumatera Utara telah menuntaskan Kongres Biasa Tahunan yang digelar di Aula KONI Sumut, Kamis (15/1/2026) sore. Kongres ini menjadi momentum penting memaparkan capaian sekaligus arah baru pembangunan ekosistem sepakbola di Sumatera Utara.
Dalam kongres tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sumut, Arya Sinulingga, menyampaikan berbagai program strategis serta hasil positif selama masa kepemimpinannya pada periode 2024–2026.
“Dulu kita hanya punya satu instruktur di Sumut, sekarang sudah ada 13 coach educator. Pemain jebolan tim sepakbola Sumut di PON 2024 mayoritas sudah bermain di level profesional. Dari sisi perwasitan, kita juga telah melahirkan 183 wasit berlisensi C1, C2, dan C3,” ungkap Arya di hadapan peserta kongres.
PSSI Sumut juga memperhatikan untuk sepakbola putri dengan tetap akan mengadakan Piala Pertiwi sebagai agenda resmi. Lalu ada juga pelaksanaan kepelatihan Match Commissioner.
Selain memaparkan laporan keuangan PSSI Sumut, Arya juga menjelaskan adanya perubahan statuta organisasi. Salah satu poin penting adalah perubahan penyebutan organisasi dari Asprov menjadi PSSI Provinsi Sumatera Utara.
“Ke depan, tidak lagi menggunakan istilah Asprov, tetapi PSSI Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, Ketua PSSI Sumut terpilih nantinya akan langsung memilih Ketua Askab dan Askot di masing-masing daerah sesuai dengan statuta PSSI,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan kompetisi, Arya menegaskan PSSI Sumut akan berperan sebagai regulator, sementara operasional kompetisi akan diserahkan kepada operator khusus.
“Kita hanya sebagai regulator. Untuk pelaksanaan kompetisi, akan kita serahkan kepada operator. Liga 4 ke depan juga diprogramkan menggabungkan klub-klub dengan instansi,” tambahnya.
Dalam bidang pengembangan SDM, PSSI Sumut telah menyusun agenda rutin kursus kepelatihan dan perwasitan. Lisensi D akan digelar setiap dua bulan, lisensi C setiap empat bulan, dan lisensi B satu kali dalam setahun. Sementara kursus wasit C3 dijadwalkan dua bulan sekali, C2 empat bulan sekali.dan C1 setahun sekali. PSSI Sumut juga akan menggelar kursus pelatih kiper level 1 dan 2.
Arya juga mengungkapkan bahwa kompetisi Liga Mini Soccer 7v7 telah masuk dalam program kerja PSSI Sumut dan akan digelar mulai tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Liga ini diproyeksikan menjadi wadah lanjutan bagi pemain usia 18 tahun ke atas.
Dalam kongres tersebut, PSSI Sumut turut mengesahkan lima klub baru sebagai calon anggota, yakni Satria Muda FC Sergai, Serdang Bedagai Jaya, Binjai City, Efarina United Simalungun dan Sejati Jaya Sergai. Di sisi lain, PSSI Sumut juga memberhentikan 23 klub anggota yang dinilai tidak aktif.
Kongres Biasa PSSI Provinsi Sumatera Utara diikuti 16 dari perwakilan klub dan 19 Askab Askot serta tambahan dari beberapa sosiasi. “Kongres Biasa PSSI Sumut berjalan lancar dan sesuai statuta dihadiri perwakilan klub, Askab dan Askot serta asosiasi,” ujar Yosehpine Sembiring, mewakili PSSI Sumut. (Id08)
















