BANDA ACEH (Waspada.id): KONI Aceh langsung menekan pedal gas di awal tahun 2026. Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Aceh menggelar pertemuan strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun perencanaan pembinaan sebagai fondasi awal menghadapi Pra PON 2027.
Pertemuan Binpres dan Litbang tersebut difokuskan pada penyusunan planning pembinaan olahraga tahun 2026. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan arah pembinaan prestasi berjalan terukur, sistematis, dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Wakil Ketua II KONI Aceh, H Bachtiar Hasan, menegaskan pentingnya memulai program pembinaan sejak dini. Menurutnya, waktu menuju Pra PON 2027 relatif terbatas sehingga seluruh perangkat organisasi KONI Aceh harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan seirama.
“Hasil pertemuan ini akan dilaporkan kepada Ketua Umum, Ketua Harian, serta seluruh jajaran pengurus KONI Aceh. Kita harus cepat start, sebab ke depan akan diterapkan pembinaan dengan skala prioritas, yakni prioritas utama, prioritas I, dan prioritas II,” kata Bachtiar Hasan kepada Waspada.id, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, penetapan skala prioritas tersebut akan didasarkan pada hasil kajian data atlet, cabang olahraga unggulan, capaian prestasi sebelumnya, serta potensi perolehan medali pada ajang Pra PON 2027.
“Data dan kajian Litbang menjadi landasan utama dalam menentukan cabang olahraga mana yang masuk kategori prioritas utama, prioritas I, maupun prioritas II,” ujarnya.
Melalui pertemuan tersebut, lanjut Bachtiar, Binpres dan Litbang juga sepakat memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program pembinaan, mulai dari talent scouting, pembinaan berjenjang, peningkatan kualitas pelatih, hingga penerapan sport science secara bertahap dan terukur.
“Seluruh program yang dirancang diarahkan untuk meningkatkan daya saing atlet Aceh pada Pra PON 2027,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Litbang KONI Aceh Dr. Mansur, M. Kes, menekankan bahwa setiap program pembinaan yang dijalankan harus terlebih dahulu ditetapkan sasaran tahunan yang jelas dan terukur. Menurutnya, kualitas program harus menjadi prioritas utama, bukan semata-mata kuantitas kegiatan.
“Kajian Litbang menekankan bahwa setiap program wajib memiliki target capaian tahunan yang realistis dan terukur. Fokus utama harus pada kualitas pembinaan agar berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi atlet,” ujarnya.
Dengan perencanaan matang sejak 2026, pembinaan berbasis prioritas, serta dukungan kajian ilmiah dari Litbang, KONI Aceh optimistis target prestasi pada ajang nasional mendatang, khususnya Pra PON 2027, dapat dicapai secara maksimal. (id64)











