Bodo/Glimt tak mau hanya sekadar bertahan dalam duel lawan Inter Milan. Reuters
MILAN (Waspada.id): Bodo/Glimt menegaskan tidak akan memainkan sepakbola negatif dan hanya bertujuan mempertahankan keunggulan agregat 3-1 dalam duel lawan Inter Milan pada leg kedua playoff menuju 16 besar Liga Champions, Rabu (25/2) dini hari WIB.
Bodo punya keunggulan 3-1 yang bakal mereka bawa ke markas Inter. Skor tersebut membuat Bodo bahkan tetap bisa lolos bila hanya kalah dengan selisih satu gol.
Dari segi materi tim, Inter tetap akan lebih diunggulkan dibandingkan Bodo. Terlebih, Inter bakal bermain dengan dukungan penuh suporter. Meski demikian, Bodo menegaskan tidak akan sekadar main bertahan di laga nanti.
“Kami tidak akan hanya sekadar bertahan. Bagi saya, lebih baik pergi ke lapangan dengan berpikir bahwa kedudukan masih 0-0 [dalam agregat] sehingga kami tidak bisa sekadar bermain terlalu dalam [bertahan],” ucap pelatih Bodo Kjetil Knutsen.
Dalam pandangan Knutsen, Bodo harus tetap mempertahankan ritme main yang mereka tampilkan. Hal itu adalah membentuk sistem pertahanan bersama-sama tetapi juga tak ragu untuk menyerang bersama-sama
“Kami harus bisa menciptakan keseimbangan. Tidak bagus tentunya bila terlalu bertahan dan mungkin tidak terlalu ngotot dalam melakukan counter attack.”
“Seluruh tim harus ikut bertahan tetapi kami juga harus menyerang bersama-sama. Itulah cara yang kami pikirkan,” kata Knutsen.
Pada leg pertama, Inter kalah dengan skor 1-3. Gol daroi Sondre Brunstad Fet, Jens Petter Hauge, dan Kasper Hogh hanya bisa dibalas oleh gol Pio Esposito yang sempat membuat kedudukan jadi 1-1 di menit ke-30. (id08/cnni)

















