Minim Peralatan, Lifter Sumut Tetap Semangat Persiapan PON

  • Bagikan
Minim Peralatan, Lifter Sumut Tetap Semangat Persiapan PON
LIFTER angkat berat Sumut terus memantapkan persiapan menghadapi PON XXI Aceh – Sumut 2024 dengan latihan intensif di Goncalwes Gym Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Lifter angkat berat Sumatera Utara terus memantapkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024 dengan latihan intensif di Goncalwes Gym Medan.

Total ada 13 lifter yang dipersiapkan Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Sumut mengikuti PON 2024. Pelatih Angkat Berat Sumut, Nicky Kardova, mengatakan atletnya selalu bersemangat berlatih walau dengan peralatan dan perlengkapan latihan minim.

“Sarana latihan seperti besi stik bar masih minim. Kalau seandainya besi banyak, atlet bisa dibagi ke beberapa tempat latihannya. Harapan kita atlet bisa diberikan sarana dan prasarana yang maksimal supaya latihannya juga maksimal,” kata Nicky, Selasa (28/11). 

Diakui Nicky saat ini perlengkapan pakaian latihan jauh dari kata layak. Di samping usia pemakaian sudah lebih 5 tahun. Pihaknya pun masih menanti komitmen pemerintah yang bakal mengadakan bantuan perlengkapan atlet.

“Kostum atlet kita ini usianya sudah 5 – 8 tahun. Kita sudah ajukan ke Dispora Sumut, tapi dalam proses katanya. Dengan adanya baju dan pakaian baru bisa menjadi semangat mereka. Untuk tali pinggang saja sudah 3 tahun rusak. Gantian lagi mereka pakainya ini,” akui Nicky. 

Dari hasil latihan saat ini, Nicky mengapresiasi perkembangan atlet yang signifikan. Bahkan Nicky optimis atletnya mampu merebut setidaknya 3 medali emas PON 2024.

“Ada beberapa kelas yang persaingan ketat, seperti dari Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Timur dan Riau. Semua kelas memang beda persaingan. Di Lampung itu tradisi juaranya luar biasa. Tapi kita punya atlet muda andalan untuk target medali,” ucap Nicky. 

Lifter putri Sumut, Angel yang akan turun di kelas 47 kilogram mengaku bersama atlet lainnya harus secara bergantian untuk bisa mendapat giliran latihan angkatan beban karena keterbatasan alat dan perlengkapan. 

“Untuk program latihan tidak ada kendala, semua berjalan baik. Termasuk suplay suplemen dari KONI sudah baik. Memang masalah perlengkapan tali pinggang ini yang terbatas sehingga kami harus giliran,” kata Angel. 

Secara terpisah, Ketua Pengprov Pabersi Sumut, Hermansyah Hutagalung mengapresiasi Dispora Sumut yang siap membantu peralatan latihan atlet. Apalagi diakui Hermansyah harga peralatan cukup mahal.

“Peralatan baju kami terbatas saat ini. Seperti squat, bench press dan deadlift karena sudah lama dan sudah banyak yang rusak,” akui Hermansyah.

Sesi latihan atlet pada Selasa kemarin turut disaksikan tim peninjau dari Dispora Sumut yang diwakili staf bidang peningkatan prestasi olahraga, Eny.  “Dengan alat yang minim, saya salut sama kalian tetap serius dan semangat dalam berlatih. Kami Dispora Sumut sudah mencoba anggarkan bantuan untuk semua cabor yang terkendala persiapan PON,” ucapnya. 

Ke-13 lifter Sumut yang dipersiapkan mengikuti PON 2024 terdiri atas 6 putri dan 7 putra. Atlet putra Faebolo Dodo Gowasa (66 kg), Wisnu Ambarita (74 kg), Rido Prayetno (83 kg), Satdria Solih (93 kg), Fernando (105 kg), M Irfan (120 kg), dan Teguh Imam (120+ kg).

Atlet putri Angel (47 kg), Siti Fadilah (57 kg), Luwi Gita (63 kg), Ida Nerlin (76 kg), Desni (84 kg) dan Maria (84 +kg). (m18)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *