Perlu Evaluasi Menyeluruh Anjloknya Prestasi Indonesia Di Asian Games 2023

  • Bagikan
Perlu Evaluasi Menyeluruh Anjloknya Prestasi Indonesia Di Asian Games 2023
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (Ist)

JAKARTA (Waspada): Menurunnya prestasi olahraga Indonesia di Asian Games 2022, Hangzhou, China sangat memprihatinkan. Indonesia mengumpulkan 36 medali, terdiri dari 7 emas, 11 perak dan 18 perunggu. Torehan ini memastikan target yang ditapkan, yakni meraih 12 emas dan finis di posisi ke-12 pun tak tercapai.

Untuk lingkup Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dari Thailand yang berhasil menembus peringkat ke-8. Negara Gajah Putih itu meraih 58 medali dengan perincian 12 emas, 14 perak dan 32 perunggu.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, anjloknya prestasi olahraga Indonesia di Asian Games 2022 sangat menyedihkan.

“Penurunan prestasi ini harus menjadi evaluasi menyeluruh, termasuk jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga yang tidak berhasil memenuhi harapan bangsa,” kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Senin (9/10/2023).

Sementara, merosotnya prestasi di cabang bulutangkis juga menunjukkan adanya persoalan serius terkait kepemimpinan, sistem rekrutmen, pembinaan dan pelatihan, serta aspek manajerial.

“Indonesia, seharusnya bisa menjadi lambang supremasi dicabang olahraga bulutangkis.
Seluruh anak bangsa begitu sedih atas menurunya supremasi bulutangkis ini,” ucap Hasto.

Bahkan, sambung Hasto, di cabang sepakbola yang merupakan salah satu favorit masyarakat Indonesia, juga tak mampu mencapai perempat final.

Karenanya, PDIP merekomendasikan kepada Pemerintah bersama seluruh pengurus/pembina olahraga termasuk Menpora, KONI untuk intropeksi diri.

“Perlu duduk bersama mengevaluasi prestasi atlet Indonesia di Asian Games kali ini,” tandas Dosen Universitas Pertahanan RI itu.

Selain itu, menurut Hasto, kebijakan dan kepedulian Pemerintah di sektor olahraga sangat diperlukan seperti pembinaan atlet, fasilitas olahraga dan lain-lain. “Politik pun tidak bisa dipisahkan begitu saja dari olahraga,” ujarnya.

Kata Hasto, Amerika, Rusia dan China menunjukkan perhatian sangat besar terhadap olahraga, karena prestasi di olahraga menjadi bentuk kekuatan suatu bangsa. Terlepas faktor tuan rumah, prestasi China begitu dahsyat di Asian Games ini. Termasuk di ajang Olimpiade pun, China selalu menempel ketat Amerika dan Rusia.

Menurut Hasto, olahraga tidak bisa dilepaskan dari politik kebangsaan, karena di dalamnya, melalui politik olahraga, ada semangat, ada cita-cita dan ada tekad menunjukkan jati diri bangsa melalui olahraga.

“Melalui olahraga dapat dibangun kepemimpinan dan supremasi Indonesia bagi dunia. Di ajang Asian Games dan Olimpiade sorotan dunia sangat besar. Di sanalah momen yang tepat bagi atlet Indonesia untuk unjuk prestasi,” tuturnya.

“Mengingat dalam olahraga melekat nilai-nilai fairness, ketaatan pada aturan main, kesetaraan, dan semangat mengejar prestasi. Karena itulah menjadi sangat penting sebagai jalan eksistensi kepemimpinan Indonesia melalui olahraga,” pungkasnya. (irw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *