BANDA ACEH (Waspada.id): Persiraja Banda Aceh bersiap menutup putaran kedua Grup 1 Championship musim 2025/2026 dengan misi jelas: mengamankan tiga poin. Lalu membalas kekalahan dari PSPS Pekanbaru.
Laga partai penutup putaran kedua Liga 2 tersebut akan digelar di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (31/1/2026) malam. Sayangnya, dalam duel ini, skuat Laskar Rencong tak bisa didampingi sang pelatih.
Dalam laga berstatus laga krusial, Fitra dkk dipastikan tanpa didampingi pelatih kepala Akhyar Ilyas. Sang pelatih harus ke luar daerah untuk mendampingi istrinya yang sedang sakit.
Namun absennya Akhyar diyakini tidak mengganggu kesiapan tim. Hal ini ditegaskan asisten pelatih Persiraja, Wahyu Abdul Wahab. Kata dia, seluruh pemain dalam kondisi siap tempur.
“Alhamdulillah, tak ada pemain yang mengalami cedera maupun akumulasi kartu jelang laga penutup putaran kedua tersebut. Kami dari tim Persiraja sudah siap untuk pertandingan besok. Semua pemain bertekad membalas kekalahan di putaran pertama,” ujar Wahyu dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).
Pada pertemuan pertama, Persiraja harus mengakui keunggulan PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0 di kandang Askar Bertuah, Sabtu (8/11/2025). Kekalahan itu kini menjadi motivasi tambahan bagi tim tuan rumah untuk tampil lebih agresif di depan pendukung sendiri.
Optimisme serupa disampaikan penyerang Persiraja, Asgal Habib. Ia menilai persiapan tim berjalan maksimal dan fokus penuh tertuju pada target kemenangan.
“Kami sangat siap dan fokus untuk melawan PSPS. Target kami jelas, mengambil tiga poin di kandang,” kata Asgal.
Terkait absennya Akhyar Ilyas, Wahyu menegaskan tidak ada perubahan signifikan dalam pendekatan tim. Ia menilai skuad Persiraja sudah cukup matang dan memahami peran masing-masing di lapangan.
“Soal pelatih utama tidak mendampingi, saya rasa tidak terlalu berpengaruh pada tim,” ujarnya.
Persiraja juga dipastikan tidak melakukan perombakan komposisi pemain. Meski penyerang asing Flynn Connor belum mencetak gol dalam dua laga terakhir, tim pelatih tetap memberi kepercayaan penuh.
“Dalam latihan, dia sangat antusias dan ingin menebus paceklik gol. Masalah kami hanya di penyelesaian akhir,” kata Wahyu.
Dengan dukungan penuh suporter di Stadion H Dimurthala, Persiraja berharap laga ini menjadi penutup manis putaran kedua sekaligus momentum kebangkitan menuju fase berikutnya.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menegaskan hasil pertemuan sebelumnya tak bisa dijadikan patokan untuk laga kali ini. Menurutnya, kondisi kedua tim sudah jauh berbeda dibandingkan pertemuan pertama musim ini.
“Pengalaman kemarin kebetulan kami bisa meraih poin penuh di Persiraja. Tapi untuk musim ini tidak ada jaminan kami bisa mengulang hasil yang sama,” ujar Aji dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (30/1).
Aji menilai perubahan komposisi pemain dan dinamika tim membuat laga di Banda Aceh berpotensi berjalan ketat. PSPS, kata dia, tetap datang dengan target realistis.
“Situasinya berbeda, materi pemain juga berbeda. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan poin satu, syukur-syukur tiga,” katanya.
Pelatih yang pernah menangani Persebaya Surabaya itu juga mengakui kekuatan Persiraja sebagai tuan rumah. Ia menilai Laskar Rencong memiliki materi pemain berkualitas yang bisa menjadi ancaman serius.
“Ini tidak mudah. Persiraja dihuni pemain-pemain yang cukup bagus,” lanjut Aji.
Menariknya, Aji menyebut ada tiga pemain Persiraja yang pernah berada di bawah asuhannya. Hal itu membuatnya cukup memahami karakter tim tuan rumah.
“Mereka pemain-pemain yang punya kualitas,” ungkapnya. (id64)
















