Persiraja Terancam Absen Liga 2

  • Bagikan

BANDA ACEH (Waspada): Manajemen Persiraja Banda Aceh secara terbuka mengaku hingga kini belum melakukan persiapan apapun untuk tampil di Liga 2 musim 2022-2023. Pengelola klub pun sudah mulai menyerah.

Dalam pernyataan resmi yang dilansir dari situs resmi klub, Presiden Klub Persiraja H Nazaruddin Dek Gam (foto) sepertinya mulai menyerah mengelola klub yang pernah dibesarkan H Dimurthala itu.

Hal ini terendus dari pernyataannya di laman maya klub. Ia bahkan mempersilakan pihak-pihak yang selama ini mengkritik dirinya untuk mengambil alih pengelolaan klub tersebut.

Bagi dia, jika ada pihak yang merasa lebih mampu darinya dalam mengelola klub dia mempersilakan. “Jadi begini, saya bukan orang yang anti kritik. Saya menerima masukan-masukan dari fans, supporter yang mengaku pengamat, dan lain-lain selama itu mampu saya lakukan akan saya lakukan,” tukas dia.

“Tapi bagi saya kalau ada orang-orang yang merasa mampu untuk mengelola Persiraja, silakan saja. Jadikan, ada selama ini yang kritik, cuap-cuap di media sosial, merasa mampu mengelola Persiraja, bagi saya tidak masalah,” ujar dia.

Dek Gam pun secara terbuka mengakui, dirinya sudah memenuhi janji kampanyenya saat maju sebagai anggota DPR-RI dari Partai Amanat Nasional. Janji tersebut adalah mengembalikan Persiraja ke Liga 1. “Dan itu sudah saya lakukan,” sebut dia.

Saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Banda Aceh, kampanye yang sama juga didengungkan pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin. Keduanya berjanji akan membawa Persiraja kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Janji politik itu dilaksanakan H Nazaruddin yang tak lain menantu Aminullah Usman.  Akhirnya, pasangan Aminullah-Zainal pun sukses memimpin Banda Aceh dalam lima tahun. Jabatan mereka akan berakhir pada 7 Juli nanti.

Setelah lima tahun mengambil alih Persiraja, Dek Gam mengakui bahwa musim lalu adalah tersulit baginya. Bukan semata-mata sulit mencari pemasukan dan sponsor. Namun dengan tak bermain di Aceh saja sudah menggambarkan bagaimana susahnya mengikuti kompetsi Liga 1 musim kemarin.

“Musim lalu paling sulit bagi saya dan Persiraja, tapi saya tidak meninggalkan Persiraja. Saya tetap memimpin Persiraja. Saya tetap berupaya mempertahankan Persiraja, bahkan kita membuat perubahan besar di putaran kedua dengan mengontrak pelatih asing dan pemain-pemain baru,” bebernya. 

Dia mengakui, ketika Covid-19 menerpa dunia, dia berdiri sendiri untuk mendanai Persiraja. Namun, takdir berkata lain, Persiraja harus degradasi dan kembali lagi ke Liga 2.

“Sekarang banyak kritikus yang merasa lebih mampu mengelola Persiraja ya silakan saja, inikan waktu masih ada, masih panjang untuk persiapan,” sebut dia.

Untuk diketahui, dalam Kongres PSSI yang digelar akhir Mei 2022 lalu sudah diputuskan bahwa Liga 2 Indonesia musim 2022 akan digelar paling cepat akhir Agustus.

“Biarpun sudah diumumkan, belum ada kepastian jadwal tersebut, masih berpeluang mundur, informasi yang kami dapat Liga 1 saja belum ada sponsor, apalagi Liga 2, jadi kita masih melihat, waktu juga masih banyak,” tambah Dek Gam. (b04/C)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *