Olahraga

Piala Dunia Tak Akan Ditunda Meski Timur Tengah Memanas

Piala Dunia Tak Akan Ditunda Meski Timur Tengah Memanas
Kecil Besar
14px


JAKARTA (Waspada.id): Kepala Operasional (COO) Piala Dunia 2026 Heimo Schirgi menegaskan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut kemungkinan tidak akan ditunda meskipun situasi geopolitik global tengah memanas akibat konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Pada dasarnya kami menanganinya hari demi hari dan pada waktunya kami akan memiliki resolusi. Dan, Piala Dunia akan tetap berlangsung, bukan? Piala Dunia terlalu besar dan kami berharap semua orang yang sudah lolos kualifikasi dapat berpartisipasi,” kata Schirgi dikutip dari AP News pada Selasa (10/3)

Schirgi menjelaskan bahwa pihak penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global sambil bekerja sama dengan mitra federal serta lembaga internasional untuk mengevaluasi kondisi terkini.
Namun hingga saat ini, menurutnya belum ada alasan kuat yang dapat memicu penundaan turnamen empat tahunan tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa FIFA masih terus menjalin komunikasi dengan Federasi Sepak Bola Iran guna memperoleh informasi terbaru terkait situasi yang berkembang.

“Bila saya memiliki bola kristal, saya bisa memberi tahu Anda sekarang apa yang akan terjadi, tetapi jelas situasinya sekarang terus berkembang,” ujar Schirgi.

Meski begitu, Schirgi tidak membeberkan secara rinci hasil pembicaraan tersebut. Dia berharap seluruh negara yang telah memastikan diri lolos ke putaran final, termasuk Iran, dapat berpartisipasi tanpa hambatan.

Menurutnya, di tengah kondisi dunia yang penuh ketegangan, Piala Dunia justru bisa menjadi momen untuk menyatukan berbagai bangsa.

“Mengingat keadaan dunia terkini, turnamen ini menjadi kesempatan besar untuk menyatukan semua orang,” kata Schirgi.

Dia menambahkan bahwa Piala Dunia selalu memiliki daya tarik global yang mampu menyatukan berbagai negara dan budaya. Hal itu, menurutnya, sudah terlihat pada penyelenggaraan turnamen sebelumnya di berbagai negara.

“Bagi Anda yang belum pernah menyaksikan Piala Dunia, ini menjadi momen istimewa karena benar-benar bersifat global dan bisa menyatukan semua orang. Kita sudah menyaksikannya di Qatar, Rusia, dan di mana-mana. Orang-orang kagum betapa internasionalnya seluruh acara ini,” ujarnya.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 negara dari enam konfederasi berbeda.

Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. (id08/ant)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Olahraga

BAGHDAD (Waspada.id): Timnas Irak meminta babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 ditunda imbas memanasnya konflik di Timur Tengah. Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel menyebar ke sejumlah…

Olahraga

Timnas Iran diragukan tampil di Piala Dunia 2026 karena perang. AFP JAKARTA (Waspada.id): Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tidak peduli dengan rumor Timnas Iran yang akan memboikot Piala Dunia 2026….

Olahraga

Sekjen FIFA Mattias Grafstrom ingin Iran tetap jadi peserta Piala Dunia 2026. AFP JAKARTA (Waspada.id): Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom menyebutkan badan sepakbola itu ingin Iran tetap tampil di Piala…

Olahraga

JAKARTA (Waspada.id): Menpora RI Erick Thohir menjawab tuduhan jadi pengadu dalam skandal naturalisasi Malaysia yang berujung sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Erick menegaskan menjadi pengadu bukanlah levelnya….