PSMS Berharap PSSI Profesional Soal PK Sriwijaya FC

  • Bagikan
PSMS Berharap PSSI Profesional Soal PK Sriwijaya FC
Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Klub Liga 2 Indonesia asal Sumatera, Sriwijaya FC melayangkan surat peninjauan kembali (PK) atas keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Seperti diketahui, pasca mendapatkan hukuman pengurangan tiga poin setelah tak menyertakan satu pemain U-21 pada starting line-up menghadapi Semen Padang FC, Minggu (1/10), manejemen Sriwijaya FC mengajukan banding, tetapi ditolak.

Akibatnya, tidak hanya pengurangan tiga poin, banding yang ditolak membuat Komite Banding PSSI juga menarik satu poin yang didapatkan pada laga yang berakhir imbang 0-0 kontra Semen Padang.

Hal itulah yang akhirnya membuat Sriwijaya FC melayangkan PK. Kubu PSMS Medan yang akan terdampak jika PK tersebut dikabulkan, angkat bicara.

Chief Operating Officer (COO) PT Kinantan Medan Indonesia (KMI), Andry Mahyar Matondang (foto) menilai jika PK tersebut dikabulkan, maka akan mencoreng marwah Komdis dan PSSI secara umum.

“Bukan kontroversum (kontroversi) antara PSMS dan Sriwijaya, tetapi tidak ada regulasi yang mengisyaratkan terjadinya PK sehingga pengembalian poin itu sama sekali tak memiliki dasar. Artinya, tatkala itu terjadi, putusan Komdis itu tidak memiliki wibawa nantinya,” ujar Andry Mahyar, Rabu (6/12).

Andry berharap semua pihak dapat mematuhi keputusan Komdis dan Komding PSSI tesebut. Apalagi, menurutnya tidak ada PK untuk keputusan-keputusan Komdis PSSI.

“Kita berharap agar segala keputusan yang sudah ditetapkan baik oleh PSSI, Komdis maupun PT Liga itu dapat dihormati bersama. Walaupun ini haknya Sriwijaya untuk mengajukan PK atau apapun namanya, tetapi tidak ada PK untuk keputusan-keputusan Komdis. Apalagi yang disyaratkan dalam keputusan tidak boleh banding. Artinya, banding saja tak boleh, konon lagi PK,” bebernya.

Andry Mahyar mengaku jika Erick Thohir mengabulkan PK pihak Sriwijaya FC, PSMS akan dirugikan. Untuk itu dia mengingatkan agar PSSI terkhusus Ketua Umum Erick Thohir bertindak profesional dan tidak membuat keputusan di luar kapabilitas atau kewenangannya.

“Kalau itu terjadi apakah kemudian akan berpengaruh kepada PSMS? Berpengaruh pasti, tapi tidak juga menutup kemungkinan PSMS masuk 12 besar karena belum tentu juga Sriwijaya bisa mengalahkan kita di kandangnya (Minggu 17 Desember 2023). Yang pasti segala keputusan yang diambil di luar kapabilitas ketua umum itu tidak boleh terjadi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, manajemen Sriwijaya FC mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) keberatan. Meski belum ada keputusan, manajemen Sriwijaya FC optimis masih berpeluang lolos 12 besar jika permohanan keberatan pengurangan 4 poin dikabulkan.

“Tim ini harus tetap berjalan. Walau target kita untuk lolos 12 besar semakin berat, tapi kita tetap optimis karena kita masih ada PK yang kita ajukan ke Ketum PSSI,” ungkap Direktur Teknik Sriwijaya FC, Indrayadi SE, baru-baru ini. (m33)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *