PEMAIN PSMS melakukan latihan intensif jelang melawan Persikad Depok. Wasada/Ist
BOGOR (Waspada): Pertandingan sarat kepentingan akan tersaji saat Persikad Depok menjamu PSMS Medan pada lanjutan Liga 2 Indonesia 2025-2025 di Stadion Pakansari Bogor, Sabtu (3/12) mulai pukul 15.30 WIB.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan duel langsung tim papan tengah yang berambisi menembus persaingan zona atas.
Persikad saat ini berada di peringkat ke-6 klasemen Grup A (Wilayah Barat) dengan 18 poin, PSMS di bawahnya (peringkat ke-7 dengan 17 poin dari 13 pertandingan). Selisih tipis tersebut membuat hasil laga ini berpotensi langsung mengubah peta persaingan klasemen.
Kedua tim juga datang dengan kepercayaan diri tinggi. Persikad dan PSMS sama-sama meraih kemenangan pada pertandingan terakhir, menjadi modal berharga melanjutkan tren positif.
Persikad menunjukkan grafik performa yang meningkat sejak melakukan pergantian pelatih. Tim asuhan Achmad Zulkifli konsisten meraih poin, baik di kandang maupun tandang, membuat mereka kembali diperhitungkan sebagai kuda hitam di Grup A.
Bermain di Pakansari pun menjadi keuntungan tersendiri bagi Persikad yang dikenal agresif sejak menit awal, terutama lewat skema serangan balik cepat.
Faktor inilah yang menjadi perhatian serius PSMS. Pelatih PSMS, Kas Hartadi, menyadari tantangan berat yang menanti timnya di Bogor. PSMS berangkat dengan keterbatasan komposisi pemain, namun tetap membawa misi jelas.
“PSMS ke Bogor membawa 23 pemain. Kami tidak tampil full team karena ada pemain cedera dan akumulasi, jadi kita punya tekad mencuri poin di kandang Persikad Depok,” ujar Kas Hartadi kepada media Jumat (2/1).
Ia menilai Persikad sebagai tim yang solid dan mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. “Pasca Persikad ganti pelatih, progresnya sangat bagus sekali. Di home bisa meraih poin, di away juga bisa meraih poin. Persikad adalah tim yang bagus, tim kuat juga, tapi kita sudah antisipasi,” tambahnya.
Meski begitu, Kas menegaskan PSMS tidak akan mengubah identitas permainan mereka. “Kita tetap waspada untuk counter-counter attack dari Persikad. Kita tetap dengan karakter yang Medan punya, rap-rap,” tegasnya.
Dari sisi pemain, Bhudiar memastikan kondisi tim cukup siap menghadapi laga krusial ini. Meski beberapa pemain harus absen, semangat skuat Ayam Kinantan tetap terjaga.
“Kami pemain dalam kondisi fit meskipun ada beberapa pemain yang cedera dan akumulasi. Tapi kami antusias untuk pertandingan besok, semoga bisa menampilkan permainan yang menghibur,” ucap Bhudiar.
Ia juga menekankan PSMS tak akan fokus mengawal satu-dua pemain lawan saja. “Mungkin kita bukan mewaspadai satu dua pemain, tapi semua pemain. Semangat dan daya juangnya sangat luar biasa seperti pertandingan kita kemarin (menghadapi Persikad) di Medan. Kita kecolongan di menit-menit akhir, itu yang kita waspadai besok,” jelasnya.
Dengan posisi klasemen yang saling berhimpitan, momentum kemenangan dimiliki kedua tim. Pertarungan taktik kedua pelatih, agresivitas Persikad dan karakter keras PSMS, dipadu kesiapan mental pemain, membuat duel di Stadion Pakansari dipastikan berlangsung ketat dan penuh tensi. (id08)

















