Shin Optimis Timnas Semakin Kuat

  • Bagikan

BANDUNG (Waspada): Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, optimistis skuadnya akan semakin kuat di Kualifikasi Piala Asia 2023, tidak seperti ketika ditahan 0-0 oleh Bangladesh dalam laga persahabatan FIFA di Bandung, Rabu (1/6) malam.

“Tim akan semakin kuat, apalagi nanti akan ada Egy (Egy Maulana-red), Ricky (Ricky Kambuaya-red) dan Witan (Witan Sulaeman-red),” ujar Shin usai pertandingan kontra Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat.

Egy, Ricky dan Witan, tiga pemain andalan Indonesia di Piala AFF 2020 dan SEA Games 2021, memang tak tampil saat skuad “Garuda” bersua Bangladesh.

Egy absen karena belum pulih dari cedera. Sementara Ricky dan Witan tak berlaga lantaran baru melaksanakan pernikahan dengan pasangan masing-masing. Ricky menikah pada Sabtu (28/9), sementara Witan persis keesokan harinya.

Shin Tae-yong pun tetap optimistis dengan peluang anak-anak asuhnya lolos ke Piala Asia meski di kualifikasi mereka dikelilingi tim tangguh.

Dalam laga melawan Bangladesh, pelatih asal Korea Selatan itu mengaku tidak puas dengan performa dua pemainnya Muhammad Dimas Drajad dan Stefano Lilipaly.

Menurut dia, kedua sosok itu seharusnya menampilkan performa lebih baik saat sebagai penyerang. “Sebagai penyerang, mereka seharusnya bisa membuat peluang. Akan tetapi, mereka tidak melakukan itu. Mereka belum memenuhi ekspektasi saya,” ujarnya.

Lilipaly tampil sejak awal pertandingan, sementara Drajad baru turun pada babak kedua menggantikan Muhammad Rafli. Lilipaly yang posisi aslinya adalah sayap kanan kerap berada sejajar dengan penyerang, baik Rafli maupun Drajad. Shin tampak menggunakan formasi 4-4-2.

Sepanjang laga, pesepakbola yang akrab dipanggil Fano itu melepaskan dua percobaan tepat ke gawang lawan. Akan tetapi, semuanya dapat ditepis kiper Bangladesh, Anisur Rahman.

Fano bahkan sempat mencetak gol pada menit ke-73, tetapi dianulir oleh wasit lantaran sang pengirim “assist”, Drajad dianggap “offside”. Sementara Drajad tidak mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang Bangladesh.

Lilipaly dan Drajad adalah dua pemain berstatus debutan di timnas asuhan Shin. Lilipaly memang pernah memperkuat timnas senior Indonesia, tetapi itu terakhir kali terjadi pada tahun 2019, saat skuad “Garuda” ditangani pelatih Simon McMenemy.

Adapun untuk Drajad, laga menghadapi Bangladesh juga menjadi pertandingan pertamanya untuk timnas senior Indonesia. Sebelumnya, pemain berumur 25 tahun itu berkutat di skuad Timnas U-23 pada masa kepelatihan juru taktik Indra Sjafri.

Usai mengimbangi Indonesia 0-0, Pelatih Timnas Bangladesh Javier Cabrera memuji sang lawan sebagai tim kuat yang berpeluang lolos ke Piala Asia 2023.

“Secara kualitas, Indonesia adalah tim kuat. Saya kira mereka mempunyai peluang melaju ke Piala Asia 2023,” ujar Javier usai pertandingan.

Menurut juru taktik asal Spanyol itu, skuad “Garuda” tangguh lantaran memiliki sederet pemain muda berbakat. Anak-anak asuh Shin Tae-yong, Javier melanjutkan, mempunyai kecepatan yang menyulitkan lawan mereka di lapangan. Bangladesh pun merasa begitu, tetapi mempunyai resep jitu untuk meredamnya.

“Kami menghentikan serangan cepat Indonesia dengan garis pertahanan dalam. Indonesia tampaknya menderita dengan hal itu. Mereka terus mencari ruang tetapi sulit menemukannya,” tutur pria berumur 37 tahun itu.

Timnas Bangladesh dan Indonesia tengah mempersiapkan diri menuju Kualifikasi Piala Asia 2023 pada 8-14 Juni 2022. Di kualifikasi tersebut, Indonesia berada di Grup A bersama tuan rumah kualifikasi Kuwait, Yordania dan Nepal.

Setelah laga melawan Bangladesh, Timnas Indonesia akan kembali ke Jakarta bersiap terbang ke Kuwait. Skuad “Garuda” rencananya terbang ke Kuwait pada Jumat (3/6). (m18/ant)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *