Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 melakukan sesi latihan di Lapangan Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (7/2/2026). Latihan tersebut digelar jelang laga persahabatan melawan Timnas Cina U-17 yang akan berlangsung di Stadion Indomilk Arena pada 8 dan 11 Februari 2026. Antara
JAKARTA (Waspada.id): Pelatih timnas U17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto mengungkapkan pihaknya akan mengundang tiga pemain diaspora untuk mengikuti pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan tim menghadapi Piala AFF U17 2026.
Kurniawan mengatakan ketiga pemain tersebut berasal dari Inggris, Australia, dan Selandia Baru, yang saat ini masih dalam tahap komunikasi untuk dapat bergabung dengan skuad.
“Mulai minggu depan kita akan meng-invite tiga pemain diaspora. Lagi komunikasi karena yang satu dari UK terkait tiket, karena memang harus lewat Timur Tengah, itu yang lagi dicari solusinya. Kemudian satu dari Australia, terus satu lagi di Selandia Baru,” kata Kurniawan saat ditemui seusai acara undian grup Piala AFF U17 2026 di Jakarta, Jumat (6/3).
Menurut Kurniawan, pemain diaspora memiliki hak yang sama untuk memperkuat tim nasional selama berstatus sebagai warga negara Indonesia dan memiliki kualitas yang dibutuhkan tim.
“Karena mereka punya hak yang sama untuk menjadi pemain nasional. Mereka berpaspor Indonesia, terus dari video yang kita lihat memang mereka punya kualitas. Jadi siapapun itu kalau memang punya kualitas dan bisa sesuai dengan game plan yang kita siapkan, mereka wajib dan berhak untuk memperkuat timnas,” ujarnya.
Kurniawan menjelaskan proses pemantauan pemain dilakukan melalui komunikasi dengan pemain maupun orang tua mereka, serta melalui rekaman video yang dikirimkan kepada tim pelatih.
Dari sejumlah video yang masuk, tim pelatih kemudian menyaring hingga tersisa tiga pemain yang dinilai berpotensi sesuai dengan kebutuhan tim.
“Dari sekian banyak video yang masuk ke kita, kita kerucutkan menjadi tiga pemain yang sekiranya bisa sesuai dengan game plan yang kita persiapkan,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui kehadiran para pemain tersebut di turnamen belum dapat dipastikan karena mereka masih terikat kontrak dengan klub masing-masing.
“Kita bersuratnya iya. Tapi kembali lagi kan mereka terikat kontrak dengan klubnya. Jadi nanti mungkin ada skala prioritas juga di mana yang bisa bergabung,” pungkas Kurniawan. (id08/ant)


















