Timnas Jangan Loyo Lawan Jepang

  • Bagikan
Timnas Jangan Loyo Lawan Jepang
PSSI

JAKARTA (Waspada): Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan seluruh penggawa Timnas Indonesia lebih baik pulang jika tampil loyo saat meladeni Jepang pada laga pemungkas Grup A Piala Asia 2023, Rabu (24/1).

Erick mengapresiasi tim asuhan Shin Tae-yong karena sudah mengerahkan kemampuan terbaik saat menang 1-0 atas Vietnam, 19 Januari lalu. Semangat yang sama diharapkan pria yang menjabat Menteri BUMN ini juga kembali ditunjukkan saat bersua juara empat kali Piala Asia, Jepang.

“Mereka sudah bermain sebaik mungkin lawan Vietnam. Kalau lihat empat pertandingan terakhir, kita dua seri, dua kali kalah tapi kemarin kita dapat kemenangan. Tentu sekarang bagaimana nilai tiga poin ini bisa kita tambah untuk supaya memastikan lolos ke 16 besar. Tidak mudah karena Jepang ini ranking 17 dunia,” ujar Erick di Jakarta, Senin (22/1).

“Tapi kembali pernyataan saya, kalau memang bawa Merah Putih, ya harus memberikan semuanya. Kalau loyo, ya tidak usah, pulang saja. Sekecil apapun kesempatan kita harus dipergunakan,” ia melanjutkan.

Erick juga menegaskan akan berangkat ke Qatar untuk memberikan dukungan moril secara langsung kepada Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan.

“Saya melihat anak-anak muda Indonesia yang ada di lapangan saat ini, saya berharap sekecil apapun [peluang], bukan tidak mungkin [meraih hasil positif lawan Jepang],” katanya.

“Karena itu saya memutuskan untuk terbang malam ini (ke Qatar), siapa tahu bisa memberi effort lebih, supaya bisa tampil, paling tidak, tampil baik, sebaik mereka tampil melawan Vietnam,” ucap Erick.

Timnas Indonesia saat ini menempati posisi ketiga klasemen dan hanya kalah selisih gol dari Jepang yang sama-sama mengoleksi tiga poin di peringkat kedua. Indonesia butuh setidaknya hasil imbang untuk memperbesar kans lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023.

Seperti diketahui, Timnas Jepang di atas kertas unggul dibandingkan Indonesia. Namun Samurai Biru juga menunjukkan sejumlah kelemahan di dua laga awal. Pertahanan Jepang ternyata lemah dalam antisipasi bola mati. Dua gol yang dicetak Vietnam semua bermula dari skema tersebut.

Karena itu bila Timnas Indonesia dapat skema bola mati baik itu tendangan bebas di sekitar area kotak penalti ataupun tendangan penjuru, hal tersebut bisa jadi peluang gol.

Selain kelemahan lewat skema bola mati, hal lain yang berhubungan dengan Jepang adalah mereka lemah dalam mengantisipasi sundulan kepala.

Tiga dari empat gol yang bersarang ke gawang Jepang berasal dari sundulan kepala. Satu gol lainnya yang dicetak oleh Pham Tuan Hai juga berawal dari sundulan kepala yang gagal ditangkap sempurna oleh Zion Suzuki. Bola liar kemudian berhasil ditendang Pham Tuan Hai.

Di saat Jepang lemah dalam duel udara, kiper mereka juga tak bisa diandalkan. Zion Suzuki sudah melakukan sejumlah kesalahan dan hal ini bakal berpengaruh pada kondisi psikologisnya.

Sedangkan dua kiper cadangan yaitu Daiya Maekawa dan Taishi Brandon Nozawa juga tak punya banyak pengalaman. Faktor ini bisa jadi hal yang juga dimanfaatkan oleh Timnas Indonesia.

Selain itu tak dimungkiri, Jepang dinilai punya kelas yang berbeda dibandingkan negara Asia pada umumnya. Mereka saat ini bertengger di posisi 17 dunia dan sudah bisa mengalahkan negara-negara top dunia. Sedangkan Indonesia masih kesulitan untuk sekadar menembus 130 besar.

Meski punya materi tim mentereng, hal itu tentunya disertai beban. Beban Jepang untuk jadi juara jauh lebih besar dibandingkan tim-tim lainnya. Hal itu yang bisa jadi faktor membuat Jepang tergelincir. (m18/ant/cnni)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *