PSSI menyebut Timnas Indonesia yang baru mengumumkan pelatih anyar, John Herdman, tak akan lagi memakai proyek jangka pendek. PSSI
JAKARTA (Waspada.id): PSSI menyebut Timnas Indonesia yang baru mengumumkan pelatih anyar, John Herdman, tak akan lagi memakai proyek jangka pendek.
Dalam keterangan resminya, Senin (5/1), PSSI menyatakan bahwa Herdman menjadi bagian penting dalam proyek panjang sepakbola nasional.
“Bukan sekadar mengisi kursi pelatih kepala, kehadiran John Herdman di Timnas Indonesia diposisikan sebagai bagian dari proyek jangka panjang sepakbola nasional,” tulis PSSI melalui keterangan resminya, Senin.
Herdman ditunjuk pada Sabtu, menggantikan Patrick Kluivert yang dipecat pada Oktober tahun lalu. Di Indonesia, pelatih asal Inggris itu dikontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun atau 2+2 dengan ia juga akan melatih Timnas U-23.
Skema melatih Timnas U-23, seperti yang dilakukan Shin Tae-yong dulu, kata PSSI, dimaksudkan untuk memastikan integrasi antara dua level tim nasional, sehingga transisi pemain muda menuju skuad utama berjalan lebih sistematis.
“PSSI memberi mandat besar kepada Herdman untuk menangani Timnas Senior sekaligus U-23, membangun kesinambungan skuad, hingga memperkuat fondasi pembinaan usia muda dan kapasitas pelatih lokal,” tambah PSSI.
Herdman sendiri melihat Indonesia sebagai proyek pengembangan, bukan semata tantangan kompetitif jangka pendek. Ia menilai potensi pemain lokal dan diaspora sebagai modal besar untuk membangun sistem yang berkesinambungan.
“Ini tentang menemukan proyek yang tepat, proyek yang bisa membuat Anda merasakan gairah dan intensitas para penggemar,” ujar Herdman.
“Apa yang saya lihat, sumber talenta itu ada. Rasanya sangat mirip dengan Kanada. Negara besar, potensi besar dengan para pemain lokal, tetapi juga memiliki kemampuan merekrut pemain berdarah campuran,” tambah pelatih yang membawa Timnas Kanada menyudahi dahaga 36 tahun sewaktu lolos ke Piala Dunia 2022.
Pendekatan jangka panjang ini mendapat sambutan dari kalangan sepakbola nasional. Legenda Timnas Indonesia, Rully Nere, menilai kehadiran Herdman membuka ruang besar bagi penguatan ekosistem kepelatihan di dalam negeri. “Kehadiran John Herdman bagus untuk perkembangan sepakbola Indonesia,” ujar Rully.
Ia berharap program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada transfer ilmu. “Para pelatih lokal bisa menimba ilmu dari John Herdman, terutama saat ia bersama staf kepelatihannya nanti aktif dalam berbagai kursus pelatih,” lanjut dia.
Di tingkat klub, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, berharap Herdman mampu membawa dampak positif bagi masa depan tim Garuda, termasuk lolos ke Piala Dunia 2030.
“Saya berharap prosesnya berjalan baik untuk bisa masuk Piala Dunia,” kata Mauricio Souza.
Herdman dijadwalkan datang ke Indonesia pekan depan menjelang konferensi pers perkenalan resminya. Setelah dikenalkan, Herdman akan menjalani jadwal padat bersama Timnas Indonesia, dimulai dari FIFA Series pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026.
Tuntas FIFA Series, Herdman akan memimpin Indonesia pada agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober dan November serta Piala AFF 2026 yang berlangsung mulai 25 Juli 2026. Selain itu, Herdman juga akan menangani Timnas U-23. (id08/ant/cnni)

















