Tragis, PSDS Kalah Di Kandang

  • Bagikan
Tragis, PSDS Kalah Di Kandang

Pemain bertahan PSDS coba menahan laju serangan anak-anak Riau. PSDS kalah 0-3, Selasa (16/1) di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam. Waspada/Hotma Darwis Pasaribu

LUBUKPAKAM (Waspada): Nasib tragis dialami PSDS Deliserdang yang harus menelan kekalahan di kandang sendiri saat menjamu PSPS Riau 1-3 (0-3) dalam babak play-off Liga 2 Indonesia 2023/2024, Selasa (16/1) di Stadion H. Baharoeddin Siregar Lubukpakam.

Hasil ini menekan PSDS di posisi ketiga di bawa PSPS sedangkan Nusantara United nyaman bertengger di posisi puncak klasemen. PSDS masih memiliki peluang di sisa tiga laganya, 1 laga kandang dan 2 laga tandangnya.

Kekalahan PSDS dalam laga ini dengan gol pembuka dari PSPS Riau, Bruno Silva di menit ke 15 dan Dama Indriyana menit ke 79, Firman Septian menit ke 84. Sementara gol balasan PSDS oleh Noriki Akada di menit ke 42.

Gol pertama PSPS di menit ke 15 melalui tendangan bebas yang dieksekusi Bruno Silva. Bola melesat ke sisi kiri penjaga gawang PSDS yang di kawal Rafli Mahrenza. Posisi 1-0 atas keunggulan PSPS Riau.

Selanjutnya dimenit 42, PSDS mencetak gol melalui titik putih setelah pemain PSDS dilanggar di kotak terlarang. Noriki yang berasal dari Jepang itu ukses membuat kiper PSPS, Erlangga Setyo Dwi Saputra tak mampu menangkap bola.

Namun, sial bagi PSDS. Ricky Mainata gelandang serang traktor kuning itu diganjar kartu merah oleh Irul Hidayat. Ricky melalukan pelangaran keras terhadap pemain PSPS.

Terjadi perbedaan jumlah pemain. Pertahan PSDS digempur pasukan Laskar Betuah habis-habisan. Akibatnya, dimenit ke79 PSPS berhasil membuat gol. Sehingga terjadi perbedaan jumlah gol menjadi 1-2 atas keunggulan PSPS. Pencetak gol kali ini adalah Dama Indriyana.

Kembali pemain PSDS, Wiranda mendapatkan kartu merah, usai melanggar keras pemain PSPS di tengah lapangan. Kini PSDS bermain dengan 9 orang.

Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. PSPS menambah pundi pundi golnya di menit ke 84. Gol tersebut berkat umpan silang dari Bruno yang mampu dieksekusi dengan indah oleh Firman Septian dengan keras. Skor berubah menjadi 1-3 keunggulan PSPS

Hingga pluit akhir dibunyikan, skor tetap tidak berubah 1-3. Kemenangan untuk PSPS atas PSDS di laga tandang mereka.

Pelatih PSDS, Zefrizal mengomentari, selama pertandingan tersebut berlangsung, ia sudah mempersiapkan taktik yang sedemikian rupa.

“Kita sudah siapkan semua. Ada 2 taktikal. Berjalan dengan baik. Saat terkena 1 merah, kita punya masalah. Kita kurang orang. Kesalahan yang kita buat akan menghukum kita seperti ini (kalah),” ucapnya.

Zefrizal juga mengomentari keputusan wasit yang memberikan kartu merah terhadap dua pemainnya.

“Itu gak harus kartu merah, tapi wasit udah memutuskan seperti itu, kurang tenang anak-anak. Kekurangan jumlah pemain itu terlihat jelas dominannya PSPS,” imbuhnya.

Namun begitu, pemain PSPS tidak menyerah mengejar asa untuk bertahan di Liga 2 dengan sisa pertandingan yang ada.

“Belum kiamat. Untuk saya belum habis. Ada 3 pertandingan lagi. Untuk game ke depan, saya akan bicara ke staf saya yang harus saya buat karena belum berakhir ini. Akan saya diskusikan dulu untuk lawan PSPS,” ungkapnya.

Sementara itu Pelatih PSPS, Ridwan Saragih, kemenangan ini sangat disyukuri berkat kerja keras semua pemain dan merupakan hadiah bagi PJ Wali Kota Pekanbaru selaku pembina.

“Saya datang kemari harus ambil poin. Awal babak saya tidak yakin sama wasit. Saya banyak merubah formasi saat pertandingan,” katanya. (chp)

  • Bagikan