Zulkarnaini, calon tunggal Ketum KONI Abdya, saat menyerahkan daftar pendaftaran ke TPP KONI Abdya. Foto direkam Senin malam (5/1) lalu. Waspada.id/Syafrizal.
BLANGPIDIE (Waspada.id): Penjaringan Calon Ketua Umum KONI Aceh Barat Daya (Abdya) periode 2026–2030 resmi ditutup Senin malam 5/1) lalu. Hasilnya, hanya Zulkarnaini yang mendaftar. Tanpa pesaing.
Didukung 23 cabang olahraga aktif, Ketua DPC PKB Abdya, yang juga anggota DPRK itu, menyerahkan berkas pendaftaran ke Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Abdya di Sekretariat KONI, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie.
Dominasi dukungan tersebut sekaligus memupus spekulasi politik olahraga yang sebelumnya mengemuka. Sejumlah nama yang sempat digadang-gadang bakal maju, seperti Fenny Kurnia, Safrizal, Roni Guswandi dan Rahmat Irfan, tak satu pun muncul hingga batas akhir pendaftaran.
Kondisi ini menegaskan kuatnya konsolidasi internal cabor, sekaligus memperlihatkan irisan kepentingan olahraga dan politik lokal yang kini sulit dipisahkan. Zulkarnaini bukan sekadar figur olahraga, melainkan juga aktor politik aktif di Abdya.
TPP KONI Abdya melalui Jiwa Sagara memastikan, seluruh dukungan tetap akan diverifikasi secara administratif. Namun dengan komposisi dukungan yang ada, Zulkarnaini menjadi satu-satunya calon sah. “Dengan konfigurasi ini, peluang aklamasi sangat terbuka pada Musorkablub 8 Januari 2026,” ujar Jiwa.
Musorkablub KONI Abdya pun diprediksi hanya akan menjadi formalitas pengesahan, menandai babak baru kepemimpinan olahraga Abdya.(id82)











