Ramadhan Tiba Semua Warga Tak Ada Lagi Di Pengungsian
Oleh Armin Nasution
TAPANULI SELATAN menjadi salah satu kabupaten paling parah terdampak banjir bandang pada 25, 26 November 2025. Saat itu 13 kecamatan terdampak dengan kerusakan ekologis sangat parah. Kerusakan infrastruktur, hancurnya ribuan rumah warga, tanah longsor, jalan putus, hingga kayu besar menghantam warga bersamaan saat banjir.Tak selesai di situ, pada 25 Desember 2025, Kecamatan Saipar Dolok Hole ikut terdampak bencana. Sehingga dari total 15 kecamatan yang ada di Tapsel, tinggal satu yang tak terdampak yaitu Aek Bilah.Selain menghancurkan rumah penduduk, banjir bandang juga mengisolasi warga. Putusnya jalan, jembatan dan infrastruktur penghubung. Keparahan bencana ditandai dengan 95 orang meninggal dunia dan 20 masih dinyatakan hilang. Ada 2.400 rumah warga terdampak dengan total 1.808 unit rusak berat dan harus dibangun kembali.Taksasi kerugian akibat bencana itu diperkirakan Rp2,2 triliun. Belum lagi efek yang membuat warga kehilangan sumber mata pencaharian, sawah yang tak bisa lagi dikerjakan, kebun, ternak dan sumber mata pencaharian lain yang membuat warga korban banjir ‘gamang’ menatap ke depan. Saat bencana terjadi, redaksi sempat menghubungi Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu. Lewat sambungan telefon saat itu dia menjawab dengan suara penuh khawatir, bergetar dan masih melakukan analisis situasi akibat keparahan bencana.
“Saat itu saya lumayan panik. Telepon dari kepala desa, warga, berdatangan silih berganti. Mengabarkan kalau banjir sudah sampai di atap rumah. Jalan menuju lokasi tidak bisa ditembus,” kata Gus Irawan Pasaribu, kepada wartawan di kantor Bupati Tapsel akhir pekan lalu.
“Mendengar berbagai informasi dari warga yang kesulitan, mereka berteriak minta tolong di tengah banjir, saya tak bisa diam. Saya tak tenang. Saya cuma berpikir bagaimana daerah terisiolir bisa saya tembus. Kalau harus naik trail saya naik trail. Itu pun tak cukup. Termasuk jalan yang harus tembus ke Batang Toru tak bisa dilewati. Saya telpon PT AR (Agincourt Resources-perusahaan tambang emas di Tapsel). Saya minta mereka kerahkan alat berat singkirkan rintangan di jalan dari arah Batang Toru. Kami dari Tapsel membuka akses menuju Batang Toru,” kata Gus Irawan.
Begitu juga di daerah lain. Bahkan ke arah Aek Latong, Sipirok, Gus Irawan mengeluarkan motor trail-nya. Menerobos langsung di tengah hujan memastikan situasi. Kondisinya sangat gawat, semua daerah terdampak banjir bandang berada dalam kondisi kritis. Infrastruktur hancur, rumah warga hanyut, nyawa warga pun melayang.
Di sisi lain, telepon Gus Irawan berdering tak berhenti. “Saya sampai di telpon Seskab Pak Teddy Indra Wijaya berkali-kali. Nomor lamanya dulu waktu di Kementerian Pertahanan sudah berganti jadi saat itu situasi memang genting. Begitu juga Gubsu Pak Bobby menelepon saya memastikan situasi,” cerita Gus Irawan.
Namun saat itu yang difikirkannya adalah bagaimana menerobos akses, membuka daerah terisolir. Dia mengumpulkan semua kekuatan. Mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tingkat pusat, provinsi kemudian semua stakeholder seperti pihak swasta yang bisa membantu.
Bagi Gus Irawan menelepon dan menghubungi langsung siapa-pun tak menjadi hambatan baginya. Tanpa harus banyak protokoler, dia meminta siapa saja pun saat itu mulai dari pejabat pusat hingga daerah, dari swasta nasional hingga lokal dimintanya turun membantu Tapsel.
Perlahan daerah terisolir terbuka di hari ketiga. Hingga kemudian saat ini semua akses sudah jalan mulai terbuka. Sekarang yang masih menjadi ganjalan di fikiran Gus Irawan Pasaribu adalah ada tumpukan kayu sepanjang 3,3 kilometer di hulu sungai Batang Angkola yang tidak bisa diselesaikan dengan menggunakan ‘beko’. Gus Irawan Pasaribu sampai menelepon langsung Walikota Medan Rico Waas untuk mendatangkan amphibi excavator.“Saya dengar ada di Pemko Medan. Saya telepon walikota Medan minta izin. Tapi tentu dengan persyaratan administrasi dan butuh waktu lumayan lama untuk sampai ke Tapsel. Kalau soal wewenang itu bukan di Pemkab Tapsel sebenarnya membersihkan sungai. Itu wewenang Balai Besar Wilayah Sungai karena mereka yang ditugasi mengurus sungai. Tapi gak apa-apa saya coba koordinasikan agar persoalan Tapsel ini bisa selesai,” katanya.
Begitulah cara Gus Irawan menyelesaikan dampak bencana di Tapsel. Dia bergerak cepat menentukan setiap langkah apa saja yang sama artinya mempercepat pemulihan Tapsel. Seringkali saat berpidato di hadapan ibu-ibu pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) berbagai wilayah di Tapsel dia bercerita panjang bagaimana caranya memetakan bencana.
Kenapa Tapsel termasuk daerah yang paling cepat pulih dari bencana? Itu karena pola komunikasi Gus Irawan yang bisa mendapatkan akses hingga nasional. Kemampuan itu didasari kematangannya sebagai politisi Gerindra dari level Sumut hingga nasional.
Bahkan Gus Irawan termasuk salah satu orang yang mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang sekarang menjadi presiden Indonesia. Bayangkan kedekatan itu sudah dimulai sejak Gus Irawan mencalonkan diri pada 2013. Saat itu Gerindra memberikan rekomendasi kepada Gus Irawan sebagai calon Gubsu tanpa ‘mahar’. Selain dengan Presiden RI, Gus Irawan juga dekat dengan Hashim Djojohadikusumo, ketua dewan Pembina Gekira sekaligus adik kandung Prabowo Subianto.
Bukan hanya itu Gus Irawan Pasaribu seharusnya 3 periode duduk di DPR-RI yang memberinya akses sangat luas kepada semua pejabat pusat. Pernah duduk di Komisi XI, pernah juga sebagai Ketua Komisi VII DPR RI. Maka modal sosial yang dimilikinya menjadi langkah cepat bagi Tapsel untuk pulih.Kenapa? Gus Irawan boleh berbangga karena sejak Tapsel ada baru sekali inilah Presiden RI mau datang ke Tapsel. “Saya sangat bergembira karena Presiden RI Prabowo Subianto yang juga ketua umum kami datang dan melewatkan tahun baru di Batang Toru Tapanuli Selatan bersama pengungsi,” katanya. Sepanjang sejarah lewat berbagai penelusuran, Soekarno, presiden RI pertama pernah datang pada 11-12 Juni 1948 tapi ke Padangsidimpuan. Kehadiran Presiden Prabowo di Tapanuli Selatan itu menjadi penguat bagi Pemkab dan warga untuk pulih lebih cepat.
Jika presiden saja berkunjung dan berkenan bermalam di Tapsel maka jajaran menteri dan pejabat tinggi lain tentu akan ikut. Karena Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun turut berkunjung ke Tapsel.
Di sepanjang bencana ini beberapa menteri termasuk Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, Menko Infrastruktur Bidang Kewilayahan, Menteri Perumahan Rakyat, Menteri PPPA serta menteri dan pejabat lainnya sudah mengunjungi Tapsel kemudian langsung berdialog dengan warga korban bencana. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sampai memuji kecepatan Gus Irawan mengatasi bencana terutama pada kesiapan data korban.Hasilnya? Dengan cepat warga Tapsel terdampak korban bencana mendapatkan 1.777 rumah hunian tetap yang dibangun untuk korban bencana. Sebelumnya Pemkab Tapsel yang berkolaborasi dengan berbagai pihak sudah menyiapkan 717 rumah hunian sementara.
Selain itu, rumah warga yang mengalami kerusakan juga mendapatkan bantuan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Rp5,4 miliar. Bantuan ini sudah disalurkan kepada warga oleh Bupati Tapsel, baru-baru ini, agar warga bisa memperbaiki rumahnya sebelum Ramadhan tiba.
Menurut Gus Irawan, setiap kali Ramadhan warga Tapsel sangat antusias beribadah. Itulah yang membuatnya fokus agar warga terdampak tidak lagi di pengungsian saat Ramadhan. Bahkan di depan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubsu, Gus Irawan meminta agar warga di Tapsel diberi bantuan sapi saat menyambut Ramadhan.“Kami ini di Tapsel pak menteri ada yang namanya punggahan. Memotong lembu sebelum Ramadhan. Mohonlah kiranya karena warga sedang terdampak bencana agar mereka dibantu diberi sapi untuk punggahan,” kata Gus Irawan yang langsung direspon Mendagri dan Gubsu.Kemampuan dan ketetapatannya menggabungkan semua kekuatan merekonstruksi Tapsel tak saja di tingkat pejabat tinggi. Gus Irawan juga mengayomi warga Tapsel dengan kerap berdialog dan mendatangi mereka di tiap kesempatan. Dia mendengar semua keluhan warga dari urusan lampu jalan hingga penyediaan kompor di dapur hunian sementara. Kelihatannya hal kecil tapi Gus Irawan langsung meresponnya. Gus Irawan mengaku bahwa guyub-nya warga, persatuan, tolong menolong dan bergotong royong adalah modal utamanya meyakinkan pemerintah pusat dalam mempercepat bantuan bencana ke daerahnya. “Kosep dalihan na tolu ini lah yang akan terus kita jaga.”“Sejujurnya siapapun pejabat yang datang ke sini, termasuk Presiden kita, mereka senang melihat warga Tapsel yang dari raut wajahnya sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Sadia pe dabo bantuan pala riang do bohi ini ita manarimona, sonang halak na mangelehen (sebesar apapun jumlah bantuan yang diberikan kalau wajah kita menerimanya dengan rasa syukur, orang yang membantu pun akan senang),” katanya.Walau bencana ini memporakporandakan Tapsel tapi konsentrasi Gus Irawan di pemerintahan tetap berjalan. Dia tetap melanjutkan reformasi birokrasi lewat manajemen talenta agar pejabatnya maksimal melayani rakyat. Gus Irawan juga terus menerapkan cash management system agar semua transaksi di Tapsel tanpa uang tunai (cashless) guna menekan penyelewengan. Dia juga harus fokus pada pengembangan 1.000 kolam serta mendorong suksesnya program makan siang bergizi gratis.
Dia harus menjalankan semua program termasuk janji kampanye-nya dengan di sisi lain pun harus fokus merekonstruksi daerah pasca bencana. Sehingga dia mengajak warga Tapsel agar pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.












