EkonomiNusantaraOpini

HPN 2026: Pers Sehat, Kunci Sukses Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

HPN 2026: Pers Sehat, Kunci Sukses Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Kecil Besar
14px

Oleh: H. Syahrir, SE, M.I.Pol.

BANDUNG (Waspada.id) : Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diselenggarakan di Tanah Banten pada 6-9 Februari 2026 ini bukan sekadar seremoni kalender tahunan. Di tengah arus disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global, HPN tahun ini membawa pesan yang sangat fundamental, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Sebagai bagian dari elemen pemerintahan di Jawa Barat—provinsi yang secara geografis dan ekonomis merupakan mitra strategis bagi Banten—saya memandang tema ini sebagai manifestasi nyata dari Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ini adalah panggilan bagi pers nasional untuk kembali ke khittahnya sebagai pilar demokrasi yang mencerdaskan sekaligus mengawal kemandirian bangsa.

Pers Sehat: Benteng Informasi di Era Disrupsi

Pers yang “sehat” adalah prasyarat utama demokrasi berkualitas. Sesuai dengan Asta Cita pertama dan ketujuh, pers harus menjadi clearing house of information di tengah banjir hoaks.

Pers yang sehat secara etika dan ekosistem ekonomi akan mampu menjaga stabilitas nasional tanpa intervensi, memastikan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Di era post-truth, pers sehat harus menjadi penyaring di tengah banjir hoaks. Pers yang sehat secara jurnalistik (berpegang pada etika) dan sehat secara ekosistem ekonomi akan mampu berdiri tegak tanpa intervensi.

Hanya dengan pers yang waras, kita dapat menjaga stabilitas nasional dan memastikan kontrol sosial berjalan demi pemerintahan, serta pentingnya penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, serta reformasi politik dan hukum.

MBG: Membangun Generasi Pemenang

Visi Presiden Prabowo dalam Asta Cita Keempat fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu terobosan besarnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi peradaban untuk memutus rantai stunting dan meningkatkan kecerdasan kolektif anak bangsa.

Pers memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal implementasi program ini di lapangan. Media harus menjadi mata dan telinga masyarakat, memastikan program ini berjalan tepat sasaran, serta menyosialisasikan pentingnya gizi seimbang bagi masa depan Indonesia.

Jika anak-anak kita sehat dan cerdas, maka fondasi “Bangsa Kuat” bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang kita bangun.

SR: Literasi untuk Keadilan Sosial

Kekuatan sebuah bangsa juga ditentukan oleh akses pendidikan yang merata. Kehadiran Sekolah Rakyat (SR) dalam agenda pemerintah adalah upaya nyata untuk menjangkau mereka yang selama ini berada di pinggir arus kemajuan.

Sinergi antara pers dan dunia pendidikan sangatlah erat. Jika Sekolah Rakyat membangun intelektualitas di ruang kelas, maka Pers adalah “Sekolah Rakyat” di ruang publik.

Media harus menyajikan konten yang edukatif, membedah kebijakan dengan objektif, dan memberikan ruang bagi suara-suara dari pelosok desa. Pers yang mendidik akan melahirkan warga negara yang kritis, tangguh, dan tidak mudah terpecah belah.

Ekonomi Berdaulat: Swasembada dan Hilirisasi

Tema “Ekonomi Berdaulat” adalah nafas dari Asta Cita Kedua, yakni mencapai swasembada pangan, energi, dan air melalui hilirisasi.

Pers harus berperan aktif mengawal transisi ekonomi ini. Dengan mempromosikan potensi lokal dan mendukung kemandirian industri nasional, pers ikut membantu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi rakyat.

Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, harus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan menyerap hasil panen petani dan peternak lokal.

Di sinilah peran pers untuk terus menyuarakan keberpihakan pada ekonomi rakyat, agar kedaulatan kita tidak hanya terasa di tingkat makro, tetapi hingga ke meja makan setiap keluarga.

Sinergi Pilar Pers untuk Indonesia

Pelaksanaan HPN 2026 di Banten menjadi pengingat bahwa sinergi antara pemerintah, pers, dan rakyat adalah kunci utama kemajuan. Pers yang sehat akan menjamin ekonomi yang berdaulat, dan ekonomi yang berdaulat akan melahirkan bangsa yang kuat serta disegani di kancah dunia.

Sebagai legislator, saya mengajak seluruh insan pers untuk terus menyelaraskan gerak langkah dengan agenda besar nasional. Mari kita jadikan pers sebagai mesin penggerak optimisme.

Dengan dukungan pers yang berintegritas dan semangat Asta Cita, mari kita kawal program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat.

Sinergi ini akan melahirkan generasi yang berilmu, mewujudkan kedaulatan ekonomi, dan mengantar Indonesia menuju gerbang Indonesia Emas yang merdeka, berdaulat, dan sejahtera.**

Selamat Hari Pers Nasional 2026.
Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat!

Penulis: H. Syahrir, SE, M.I.Pol. (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat / Fraksi Gerindra.)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE