OlahragaOpini

Perjalanan Kiprah Kiper Indonesia Di Liga Belanda

Perjalanan Kiprah Kiper Indonesia Di Liga Belanda
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes membawa dan membentangkan Bendera Merah Putih saat diperkenalkan sebagai kiper baru Ajax Amsterdam di Johan Cruyff Arena pada 2 Februari 2026
Kecil Besar
14px

Oleh : Indra Efendi Rangkuti

Di bursa transfer Januari – Februari 2026 ini muncul transfer pesepakbola yang menyita perhatian publik sepakbola dunia.Klub besar Belanda Ajax Amsterdam resmi merekrut Maarten Paes dari FC Dallas.Kiper Timnas Indonesia itu direkrut dengan nilai transfer 1,5 juta euro (sekitar Rp25 miliar) dan dikontrak hingga Juni 2029. Maarten Paes resmi diperkenalkan Ajax sebagai kiper baru pada 2 Februari 2026 di Johan Cruyff Arena Amsterdam.

Bergabungnya Maarten Paes ke Ajax membuat dirinya menjadi kiper asal Indonesia kedua yang bermain di Liga Belanda.

Sebelumnya pada tahun 1955 tercatat Arnold Van Der Vin sebagai kiper asal Indonesia yang bermain di Liga Belanda ketika dirinya dikontrak oleh klub Fortuna 54 (kini Fortuna Sittard).

Seperti halnya Maarten Paes, Van Der Vin juga adalah kiper Indonesia yang berstatus diaspora. Van Der Vin kiper berdarah Belanda dan sejak masa kecilnya tinggal di Indonesia tercatat sebagai pesepakbola Belanda yang pada 1952 memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Menarik untuk disimak kisah kedua kiper Indonesia ini. Untuk itu saya coba menelusuri perjalanan kedua kiper ini.

Kiper Indonesia Berdarah Belanda Arnold Van Der Vin

  1. Arnold Van Der Vin

Arnold Van Der Vin lahir di Semarang pada tahun 1924 dari pasangan keluarga Belanda yang bertugas di Indonesia. Masa kecilnya dilewati dengan mengikuti orang tuanya yang kerap berpindah tugas. Selain di Semarang Van Der Vin juga melewati masa kecilnya di Medan dan Surabaya.

Di masa kecilnya ini pula dirinya mulai mengenal sepakbola dan sukses menunjukkan kemampuan terbaiknya di masa – masa dirinya menjalani pendidikan di sekolah. Van der Vin mulai mencuat dan diakui sebagai salah satu kiper jempolan Indonesia (kala itu masih Hindia-Belanda) saat merumput untuk Excelsior, salah satu klub papan atas di kompetisi khusus etnis Eropa yang ada di Surabaya.

Van Der Vin membela Excelsior dari 1939-1948 atau hingga setahun sebelum kompetisi etnis Eropa di Surabaya tersebut dihapuskan pada tahun 1949. Van Der Vin kemudian pindah ke Jakarta dan bergabung bersama klub UMS yang kala itu bernaung di bawah Persija.

Kemampuannya bersama UMS membuat dirinya dilirik memperkuat Persija di Kejuaraan Nasional PSSI. Dan dengan kemampuan besar yang dimilikinya membuat Van Der Vin terpilih sebagai kiper utama di Persija. Dirinya juga menjadi aktor penting yang berperan membawa Persija menjadi Juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI pada tahun 1954 setelah dalam partai penentuan putaran Final Kejurnas PSSI 1954 menaklukkan PSMS 2-1.

Ketika pada tahun 1952 memilih menjadi WNI, dirinya mendapat kepercayaan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ia melakukan debut resminya untuk Indonesia dalam pertandingan melawan South China AA dari Hong Kong pada 27 Juli 1952. Van Der Vin juga tercatat sempat menjaga gawang Indonesia kala tim Garuda berhadapan dengan Yugoslavia B di Stadion Ikada, Jakarta pada 26 Agustus 1953.

Dalam laga yang dipimpin oleh wasit asal Singapura serta ditonton oleh kurang lebih 50 ribu suporter tersebut, Van der Vin harus rela gawangnya kebobolan dua kali oleh 2 gol yang dicetak Veselinovic.

Sayang kemudian situasi politik di Indonesia yang tidak stabil akibat kebijakan pemerintah dan konflik politik saat itu membuat Van Der Vin pindah ke Belanda untuk bermain bersama klub Fortuna 54 pada tahun 1955. Meski demikian Van Der Vin tetap mempertahankan status WNI-nya.

Van Der Vin dikontrak untuk menggantikan kiper Timnas Belanda Frans de Munck yang saat itu cedera parah. Bergabungnya Van Der Vin ke klub Fortuna 54 ini menjadikan dirinya sebagai pesepakbola Indonesia pertama yang berkiprah di kompetisi sepakbola Eropa.

Ternyata kiprahnya cukup meyakinkan bersama Fortuna 54 di Liga Belanda. Aksinya di bawah mistar menuai banyak pujian. Bahkan kemudian Fortuna 54 menampilkan dirinya sebagai starter saat Fortuna melawan klub asal Inggris Everton yang saat itu melakukan tur ke Belanda. Fortuna 54 kemudian menawarkan perpanjangan kontrak kepada Van Der Vin. Namun dirinya menolak dan memilih kembali ke Indonesia pada tahun 1956.

Tetapi ketika kembali ke Indonesia Van Der Vin tidak kembali ke Persija namun berlabuh ke Medan. Dirinya bergabung bersama klub Medan Putra yang bernaung di bawah PSMS. Kehebatannya yang sudah teruji membuat dirinya dipanggil memperkuat PSMS. Dirinya tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan PSMS karena bermain bersama rekan – rekannya di Timnas yaitu Ramli Yatim, Ramlan Yatim, M. Rasijd, Idris dan Yusuf Siregar.

Bersama PSMS dirinya berperan besar membawa PSMS menjadi Runner Up Kejurnas PSSI 1957. Selain itu bersama rekan – rekannya di PSMS, Van Der Vin sukses membawa Tim POON Sumut meraih Medali Emas Pada PON 1957 yang berlangsung di Makassar.

PSMS MEDAN 1958

Berdiri Ki-Ka : Saiban,Syamsuddin,Arnold Van Der Vin dan Nasrun

Jongkok Ki-Ka : Ramli Yatim,Aziz
Tanjung,M.Rasijd,Harry Tarigan,Idris,Achmad Noer dan Ramlan Yatim

Bersama Timnas Indonesia Van Der Vin tetap menunjukkan aksi gemilang. Pada tahun 1960 Van Der Vin sukses membuat legenda Real Madrid dan Hungaria Ferenc Puskas tak berdaya. Kala itu, Puskas berkunjung bersama Timnas Hungaria. Van Der Vin sukses menahan penalti Puskas. Van der Vin pun pernah menghadapi gelandang serang Prancis, yang bermain untuk klub Stade de Reims, Raymond Kopa ketika berkunjung ke Jakarta.

Pada tahun 1960 Van Der Vin berlabuh ke klub Malaysia Penang FA. Dirinya memperkuat Penang FA hingga pensiun pada 1963.

2. Maarten Paes

Maarten Vincent Paes atau yang lebih dikenal dengan nama Maarten Paes lahir di Nijmigen Belanda pada 14 Mei 1998. Karirnya dimulai dengan membela klub NEC Nijmigen. Meski tampil prima bersama skuad NEC Nijmigen junior namun dirinya kalah bersaing dengan kiper asal Prancis Joris Delle di tim utama NEC Nijmigen.

Pada tahun 2018, Paes mendapat kesempatan bergabung dengan FC Utrecht dan menjadi kiper cadangan melapis David Jensen dan Nick Marsman. Ia melakukan debutnya untuk klub tersebut pada 19 Agustus 2018, dalam kemenangan kandang 2-0 melawan PEC Zwolle. Paes diberi kesempatan bermain karena Jensen sakit, dan Marsman absen karena cedera. Ini adalah satu-satunya pertandingannya untuk tim utama selama musim 2018/19, meskipun ia memainkan beberapa pertandingan untuk Jong 8FC Utrecht selama musim tersebut.

Pada awal musim 2019/20, Paes secara mengejutkan menjadi kiper pilihan pertama FC Utrecht. Namun, selama jeda musim dingin, ia mengalami cedera tulang belikat yang parah sehingga membutuhkan waktu pemulihan sekitar enam bulan. Akibatnya, FC Utrecht memilih untuk meminjam Jeroen Zoet dari PSV selama enam bulan pada jendela transfer musim dingin. Zoet telah kehilangan posisi kiper utamanya di PSV pada awal musim karena kehadiran kiper adal Jerman Lars Unnerstall .

Musim 2020/21 merupakan musim yang penuh gejolak bagi posisi penjaga gawang FC Utrecht. Paes memulai musim sebagai penjaga gawang pilihan pertama, namun setelah beberapa pertandingan, ia digantikan oleh Thijmen Nijhuis. Setelah kepergian John van der Brom, Paes kembali ke susunan pemain inti untuk sementara waktu. Pada akhirnya, Eric Oelschlägel yang mencatatkan penampilan terbanyak di gawang pada musim tersebut.

Paes tidak masuk dalam susunan pemain inti pada musim 2021/22, dengan Fabian de Keijzer menggantikannya selama musim dingin.

Pada 20 Januari 2022, Paes bergabung dengan klub MLS FC Dallas dengan status pinjaman selama enam bulan.

Karena penampilannya yang gemilang pada 24 Juni 2022, FC Dallas mengontrak Paes secara permanen. Aksinya yang gemilang bersama FC Dallas membuat dirinya masuk ke dalam skuad MLS All Star pada tahun 2024 dan meraih penghargaan MLS Save of The Year pada 2024.

Pada Januari 2024, Paes mengkonfirmasi bahwa ia telah memutuskan untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional. Ia memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia melalui nenek dari pihak ibunya yang lahir di Kediri. Pada 30 April 2024, ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui naturalisasi dan kemudian membutuhkan izin dari FIFA untuk memenuhi syarat bermain untuk tim nasional.

Pada awalnya Paes sempat terhambat membela Timnas Indonesia karena ia telah mewakili Belanda U-21 pada usia 22 tahun, yang bertentangan dengan peraturan FIFA yang menyatakan bahwa pemain yang telah tampil untuk tim nasional di tingkat kompetitif di atas usia 21 tahun tidak dapat mengubah tim nasionalnya. Namun akhirnya pada 18 Agustus 2024, Ketua PSSI Erick Thohir mengumumkan bahwa perubahan kewarganegaraan Maarten Paes dari Belanda menjadi Indonesia telah disetujui secara resmi oleh FIFA, sehingga ia dapat bermain untuk tim nasional sepak bola Indonesia setelah melalui proses yang panjang.

Pada bulan September 2024, Paes dipanggil untuk kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026. Ia melakukan debutnya pada tanggal 5 September 2024 dalam pertandingan Pra Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi yang berakhir imbang 1-1. Dalam pertandingan tersebut, Paes melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti tetapi secara gemilang berhasil menyelamatkan tendangan penalti yang dilakukan oleh Salem Al-Dawsari. Akhirnya, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan karena aksi menawannya membendung serangan dari para pemain Arab Saudi sepanjang pertandingan .

Pada pertandingan berikutnya pada tanggal 10 September 2024 melawan Australia, Paes berhasil menjaga gawangnya tetap bersih dalam hasil imbang 0–0. Aksi memukaunya di bawah mistar Timnas Indonesia mendapat aplaus meriah dari para pendukung Timnas Indonesia yang hadir di Stadion Gelora Bung Karno.

Total dirinya telah mencatatkan 10 penampilan bersama Timnas Indonesia. Meski gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 namun penampilan gemilangnya di bawah mistar Timnas Indonesia membuat dirinya menjadi salah satu idola penggemar Timnas Indonesia.

Maarten Paes resmi menandatangani kontrak dan diperkenalkan sebagai kiper baru Ajax Amsterdam pada 2 Februari 2026

Kini Maarten Paes telah resmi memperkuat Ajax Amseterdam. Menarik untuk ditunggu kiprahnya bersama klub besar Belanda dengan sejarah hebat di Belanda dan Eropa tersebut. Paes bahkan berpeluang mencatatkan sejarah sebagai pesepakbola Indonesia pertama yang bermain di kompetisi elit Eropa Champions League jika dirinya tampil gemilang hingga menjadi kiper utama Ajax.

Maarten Paes juga tidak ragu menunjukkan besarnya kecintaannya kepada Indonesia. Ketika diperkenalkan secara resmi sebagai kiper baru Ajax Amsterdam di Johan Cruyff Arena Amseterdam dengan penuh rasa bangga Maarten Paes membentangkan bendera Merah Putih.Ini menjadi bukti ketulusan dan kebanggaan dirinya memilih menjadi WNI dalam karir sepakbola Internasionalnya.

Bahkan ketika ditanya wartawan julukannya dengan tegas Paes menjawab “Tembok” dalam bahasa Indonesia.

Semoga Maarten Paes sukses dalam karirnya bersama Ajax Amsterdam di Belanda dan Eropa. Demikian pula besarnya harapan agar Maarten Paes sukses membawa kejayaan Timnas Indonesia. WASPADA.id

Penulis adalah pemerhati olahraga

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE