MEDAN (Waspada.id): Musim kemarau sudah mulai terasa di beberapa wilayah Sumatera Utara, ditandai teriknya matahari dan udara kering yang sering membuat aktivitas di luar ruangan terasa lebih berat.
Bagi pengendara, kondisi ini juga membawa tantangan tersendiri. Debu yang beterbangan, panas yang menyengat, hingga risiko mesin cepat panas, bisa memengaruhi kenyamanan dan keselamatan di jalan. Meski begitu, dengan beberapa langkah sederhana, perjalanan tetap bisa aman dan nyaman.
Menurut Wan Muhammad Fahreza, instruktur safety riding terlatih dari PT Indako Trading Coy, selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan pengendara agar tetap #cari_aman selama musim kemarau.
Pertama, pengendara disarankan untuk lebih memperhatikan kondisi jalan, terutama yang berdebu atau berpasir. Permukaan jalan seperti ini bisa membuat ban mudah selip, apalagi saat menikung atau mendahului. Mengurangi kecepatan menjadi kunci untuk menjaga kontrol kendaraan dan keselamatan.
Kedua, cek kondisi ban secara rutin. Panas ekstrem di musim kemarau bisa menaikkan tekanan ban secara signifikan. Pastikan tekanan sesuai standar pabrik dan periksa tapak ban apakah masih dalam kondisi baik. Ban yang terawat akan membantu kendaraan lebih stabil di jalan kering.
Ketiga, perhatikan suhu mesin. Mesin kendaraan cenderung cepat panas saat cuaca kering. Mengecek oli dan air radiator sebelum berkendara serta menghindari memaksa mesin terus-menerus bisa membuat performa tetap optimal dan perjalanan lebih aman.
Selanjutnya, melindungi mata dari silau matahari penting dilakukan. Gunakan visor helm yang bersih atau kacamata hitam khusus riding agar pandangan tetap jelas. Hal ini membantu pengendara fokus di jalan, terutama saat sinar matahari sedang terik.
Hidrasi juga tidak kalah penting. Kurang minum bisa menurunkan konsentrasi. Minum air putih sebelum dan sesudah berkendara jarak jauh menjadi langkah sederhana untuk tetap #cari_aman.
Pengendara juga disarankan untuk tidak terlalu agresif. Jalan kering sering membuat pengendara lebih percaya diri, tapi menjaga jarak aman dan menghindari pengereman mendadak tetap diperlukan agar perjalanan tetap lancar.
Selain itu, waspada terhadap asap dan kabut akibat kebakaran lahan juga penting. Kondisi ini bisa mengurangi jarak pandang. Menyalakan lampu kendaraan dan menyesuaikan kecepatan menjadi langkah preventif yang efektif.
Penggunaan perlengkapan berkendara tetap wajib, meski cuaca panas. Jaket, sarung tangan, dan helm sebaiknya tetap digunakan, dengan bahan yang berventilasi agar pengendara tetap nyaman.
Wan Muhammad Fahreza, dengan semangat satu hati, menegaskan bagi beberapa pengendara, musim kemarau memang lebih menantang, tetapi tetap #cari_aman adalah kunci.
Pastikan kendaraan dalam kondisi baik, jaga fokus saat berkendara, dan gunakan perlengkapan lengkap. Dengan kesadaran serta perhatian yang sama di jalan, keselamatan pengendara bisa lebih terjaga,” ujar Fahreza, Sabtu (31/1).
Menurutnya, dengan langkah-langkah sederhana ini, musim kemarau tidak perlu menjadi halangan untuk berkendara dengan aman dan nyaman. (rel)

















