MEDAN (Waspada.id): Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution bersama Yayasan Pendidikan Pantai Barat Mandailing (YP2BM) membahas perencanaan pengoperasian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syech Abdul Fattah yang dijadwlkan dimulai pada September 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel Grand Mercure, Medan, pada Sabtu (31/1/26) dengan dihadiri sejumlah tokoh penting antara lain Drs. H. Amrun Daulay, MM., Prof. Dr. H. Haidar P. Daulay, MA, Ir. H. Hasrul Hasan, MM., Drs. H. Sariful Mahya Bandar, Ir. H. Maskuddin, MSc., Ir. H. Nasruddin, Riswan Chadrin ,SE., Ariffuddin Tasmin, MM., Syafrul Daulay, MM., Drg. H. Rahimuddin Ayung, Dra. Hj. Ratnawati, MA., Rahmuddin, S.Ag, MSi., Joharsyah, SE, MSP., dan Aswin, STP.
Bupati Saipullah mengapresiasi inisiatif para tokoh tersebut. Dia menilai penambahan lembaga pendidikan tinggi merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Madina.
”Tentu kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, sangat berterima kasih dan mengapresiasi untuk rencana kegiatan pembangunan Sekolah Tinggi ini,” kata dia.
Saipullah menerangkan rencana tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Madina dalam meningkatkan SDM. “Tentu harus banyak lembaga pendidikan yang kita dirikan,” tambah dia.
Hasrul Hasan berterima kasih atas dukungan dan sambutan hangat bupati terhadap program tersebut. Dia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh masyarakat terus terjaga demi kemajuan dunia pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir Pantai Barat.
Melalui pertemuan ini, pemerintah daerah berharap kehadiran STAI Syech Abdul Fattah dapat menjadi embrio bagi kemajuan pendidikan di wilayah Natal dan sekitarnya.(id100)












