Pendidikan

Enam Daerah Jadi Fokus Program Literasi-Numerasi Kemendikdasmen dan Mitra Global

Enam Daerah Jadi Fokus Program Literasi-Numerasi Kemendikdasmen dan Mitra Global
Enam daerah menjadi fokus awal program kolaborasi peningkatan literasi dan numerasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF.
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Enam daerah menjadi fokus awal program kolaborasi peningkatan literasi dan numerasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF. Keenamnya adalah Kota Medan dan Pematangsiantar (Sumatera Utara), Kabupaten Batang Hari (Jambi), Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), serta Kabupaten Ende dan Sikka (Nusa Tenggara Timur), yang akan menjadi lokasi implementasi awal program untuk memperkuat kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa sekolah dasar.

Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah memperluas akses pendidikan dan memperkuat upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, memastikan seluruh anak menguasai keterampilan dasar, terutama literasi dan numerasi, masih menjadi tantangan yang perlu terus diatasi.

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan skor literasi membaca dan matematika dari sebagian besar siswa Indonesia masih di bawah rata-rata negara OECD.

Hanya 25 persen siswa yang berada di atas rata-rata skor literasi membaca, dan 18 persen di atas rata-rata skor matematika.
Berdasarkan hal tersebut, kolaborasi multipihak ini resmi dicanangkan untuk menciptakan inovasi yang berdampak dan terukur melalui pelatihan dan pendampingan pada 500 sekolah dasar negeri, 1.500 guru kelas awal dan kepala sekolah, serta menjangkau sedikitnya 45.000 siswa hingga 2029.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan dasar membaca dan berhitung masih menjadi tantangan.

“Karena itu, kerja sama ini sangat penting, dengan fokus pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas awal. Kemampuan dasar ini menjadi fondasi utama untuk penguasaan ilmu lainnya,” ujar di Jakarta, Rabu (9/4/2026).

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa Indonesia masih
menghadapi tantangan.

“Karena itu, kerja sama ini sangat penting, dengan fokus pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas awal. Kemampuan dasar ini menjadi fondasi utama untuk penguasaan ilmu lainnya,” ujarnya.

Mendikdasmen menekankan tiga hal penting, yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, penguatan kebiasaan membaca, serta pendekatan numerasi yang membangun logika sejak dini.

“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan sudah terlihat hasil yang signifikan, terutama pada siswa kelas 1, 2, dan 3. Dengan upaya bersama, semoga tidak akan ada lagi cerita siswa di jenjang tinggi yang belum mampu membaca atau berhitung,” tutup Mendikdasmen.

Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, mengatakan guru memegang peran kunci dalam memastikan anak menguasai keterampilan dasar.

“Dengan penguatan praktik pembelajaran dan pemanfaatan data asesmen, guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing siswa,” ujarnya.

Direktur Global Education Gates Foundation, Benjamin Piper, menambahkan bahwa fondasi yang kuat dalam membaca dan matematika penting agar anak dapat terus belajar dan mencapai potensi mereka.

Sementara itu, Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan berkualitas dan mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

Pendekatan program mencakup penguatan praktik pembelajaran di kelas, pemanfaatan asesmen diagnostik, serta penyelarasan kebijakan pusat dan daerah guna menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Kemitraan ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029 serta semangat partisipasi semesta untuk pendidikan bermutu bagi semua.

Pencanangan kemitraan ini dilanjutkan dengan dua sesi diskusi terpandu yang memperkuat relevansi program sekaligus menyoroti implementasi lintas tingkat, dari nasional hingga daerah.

Sesi pertama bertajuk “Dari Bukti Menuju Aksi: Penguatan Literasi dan Numerasi Dasar pada Skala Nasional”, yang menghadirkan Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A. (Direktur Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikdasmen), Irsyad Zamjani, Ph.D. (Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BKPDM), Ari Widowati (Head of Learning Environment Tanoto Foundation), dan Teresita Felipe (Education Specialist, UNICEF). Sesi ini membahas pentingnya asesmen diagnostik dan praktik pedagogi terstruktur sebagai upaya penerapan pendekatan pembelajaran mendalam.

Sedangkan sesi kedua, bertajuk “Literasi dan Numerasi dalam Kebijakan Daerah”, menghadirkan para Bupati dan Walikota dari enam wilayah mitra program, yaitu Rico Tri Putra Bayu Waas (Wali Kota Medan), Wesly Silalahi (Wali Kota Pematangsiantar), Muhammad Fadhil Arief (Bupati Batang Hari), H. Ischak Maulana Rohman (Bupati Tegal), Yosef Benediktus Badeoda (Bupati Ende), dan Juventus Prima Yoris Kago (Bupati Sikka).

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE