Guru SMK Raup Omset Puluhan Juta Setelah Ikut Pelatihan Digital Marketing

  • Bagikan
Guru SMK Raup Omset Puluhan Juta Setelah Ikut Pelatihan Digital Marketing

MEDAN (Waspada): Dampak dari pemasaran online atau digital marketing bagi pelaku usaha di era digital saat ini ternyata mampu mendongrak omset penjualan.

Hal ini dialami sendiri oleh Milfa Yusra Gultom (foto) seorang guru SMK yang mengaku telah mengikuti pelatihan digital marketing yang pernah dilaksanakan di Galeri UMKM Kab.Tapanuli Selatan tahun lalu dengan mendatangkan narasumber Sugianto, S.T, M.Kom sekaligus pendiri tempatpklmedan.com dan juga seorang praktisi digital marketing cukup berpengalaman yang telah mendampingi ribuan pelaku UMKM untuk go digital.

Milfa Yusra Gultom menjelaskan kini omset penjualan produk khas Tapsel yang dia tekuni yaitu kain tenun Sipirok yang beliau pasarkan melonjat cukup tinggi. “Selama ini saya hanya sekedar menawarkan kain tenun ke saudara dan teman-teman terdekat saja, karena belum mengerti apa itu digital marketing, bagaimana caranya supaya mendapatkan orderan dari dunia online,” ujarnya.

Kemudian saat mengikuti pelatihan digital marketing yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UKM Tapsel tahun lalu selama beberapa hari dia sangat antusias dan fokus mengikuti pelatihannya. Dia mengaku menjalani usaha memasarkan kain tenun yang beromzet puluhan juta itu penuh dengan perjuangan. “Penuh perjuangan, sebab ketika memulai usaha saya harus membagi waktu untuk mengajar di salah satu SMK negeri di Sipirok, mengurus keluarga dan pekerjaan rumah,”  ucap ibu Milfa Yusra Gultom.

Kini kerja kerasnya mulai menuai hasil produk tenun yang beliau pasarkan mampu terjual ratusan pcs setiap bulannya dan bahkan mampu menembus pasar internasional seperti permintaan ke negara Turki. Walaupun beliau telah meraup omset puluhan juta tiap bulannya, namun beliau tetap berkomitmen tinggi mendedikasikan diri untuk terus mengabdi sebagai pendidik atau guru di SMK. Beliau menjalin kerjasama dengan beberapa pengrajin tenun di Tapsel.

Sugianto, S.T, M.Kom pendiri tempatpklmedan.com sekaligus praktisi digital marketing mengataka, hal ini tentu menjadi peluang yang menarik bagi siapa aja untuk mengembangkan usahanya di era digital.

Banyak sekali produk-produk khas Tapsel yang mulai mendunia dan banyak peminatnya tidak hanya kain tenun sipirok saja, tetapi juga produk lokal lainnya seperti kopi, dodol salak, kerajinan manik-manik, gula semut, panggelong, keripik sambal, abon olahan ikan, dan masih banyak lagi produk lokal yang memiliki nilai jual tinggi. “Dengan menerapkan strategi digital marketing bagaimana memanfaatkan sosial media facebook, Instagram dan marketplace diharapkan produk-produk dari daerah khas Tapsel semakin dikenal dan diminati oleh banyak orang di Indonesia bahkan dunia,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa selama ini Pemkab Tapsel selama ini rutin menggelar program pendampingan dan pelatihan digital marketing bagi masyarakat di daerah.

Bupati Haji Dolly Pasaribu mengatakan bahwa tidak ada batasan lagi antara di desa dan di kota dalam pemanfaatan teknologi internet. Karena itu pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM, menciptakan wirausaha-wirausaha baru yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat serta membuka peluang pekerjaan di daerah Tapsel. Beberapa program unggulan bagi masyarakat Kab.Tapsel seperti Santripreneur, SMK Bisa Berwirausaha, Wiradiba dan juga Poso Poso Preneur.(h02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *